Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menggeliatnya Tenka Community, dari Wibu ke Wadah Kreatif J-Pop di Solo

Silvester Kurniawan • Minggu, 22 Juni 2025 | 02:09 WIB
TOTALITAS: Komunitas penggemar J-Pop berbasis di Kota Solo dalam sebuah acara bersama.
TOTALITAS: Komunitas penggemar J-Pop berbasis di Kota Solo dalam sebuah acara bersama.

RADARSOLO.COM - Tenka Community, komunitas pecinta J-Pop Solo, bertransformasi dari stigma negatif menjadi wadah kreatif bagi para penggemar anime, manga, dan budaya Jepang.

Dari event kecil hingga Festival J-Pop skala nasional, mereka kini ikut berperan dalam ekonomi kreatif.

Seiring berkembangnya popularitas budaya Jepang, Tenka Community, sebuah komunitas penggemar J-Pop yang berbasis di Kota Solo, telah mencatatkan perjalanan panjang dalam merubah pandangan masyarakat terhadap istilah 'wibu'.

Dulu sering dipandang sebelah mata. Kini, melalui berbagai kegiatan kreatif dan kolaboratif, mereka berhasil menunjukkan bahwa komunitas ini bukan sekadar hobi, tetapi juga bagian dari industri kreatif yang berkembang pesat.

Pada akhir pekan lalu, Tenka Community kembali menunjukkan eksistensinya dengan tampil memukau di Koridor Gatot Subroto, Solo.

Penampilan mereka yang penuh semangat berhasil mendapatkan perhatian dan apresiasi dari masyarakat yang hadir.

Tentu saja, ini bukan kali pertama bagi komunitas yang terdiri dari penggemar anime, manga, cosplay, dan J-Pop ini untuk tampil di hadapan publik.

Pendiri Tenka Community Adam Iskandarsyah mengungkapkan bahwa perubahan pandangan masyarakat terhadap komunitas penggemar Jepang ini sudah semakin positif, terutama dalam beberapa tahun terakhir.

“Dulu, istilah Wibu itu terkesan negatif, jadi kami lebih senang disebut Otaku. Tetapi sekarang, pandangan masyarakat sudah mulai berubah. Kami lebih diterima dan semakin banyak terlibat dalam event-event besar, seperti yang baru saja kami gelar,” katanya dengan semangat.

Kisah Tenka Community tidak selalu mulus. Mereka sempat menghadapi tantangan besar selama pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan jumlah anggota komunitas secara drastis.

Namun, keteguhan mereka untuk tetap berkarya tak tergoyahkan. Pada April 2022, sebuah kolaborasi di event yang digelar di salah satu mal di Solo membuat komunitas ini kembali mendapat perhatian besar.

“Ternyata, acara itu menarik banyak orang, dan kami pun memutuskan untuk membuka pendaftaran anggota. Hasilnya luar biasa, banyak yang mendaftar,” ujar Adam.

Dengan semangat baru dan anggota yang semakin banyak, Tenka Community memutuskan untuk menggelar acara yang lebih besar.

Di Agustus 2022, mereka berhasil menyelenggarakan Solo Japan Matsuri, sebuah Festival J-Pop yang berskala nasional di Convention Hall Tirtonadi.

Event tersebut sukses besar dengan lebih dari 2000 peserta yang datang dari berbagai kota besar di Indonesia.

“Festival J-Pop ini menjadi puncak keberhasilan kami. Banyak pecinta J-Pop dan anime yang selama pandemi menghabiskan waktu di rumah. Itulah momen di mana kecintaan terhadap budaya Jepang berkembang pesat,” tambah Adam.

Namun, bagi Tenka Community, ini bukan sekadar tentang berkumpul dan berkreasi. Melalui berbagai kegiatan seperti menggambar, membuat naskah komik, dance, olah vokal, hingga cosplay, komunitas ini tidak hanya mengembangkan bakat pribadi, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian kreatif.

“Semua kegiatan ini membentuk industri kreatif yang sangat potensial. Banyak brand besar yang tertarik menjadi sponsor di event-event kami. Dan kami berharap pemkot bisa melihat peluang ini untuk membantu kami terus berkembang,” ujar Adam.

Salah satu aspek yang membuat Tenka Community berbeda adalah bagaimana mereka bisa menyampaikan pesan positif lewat budaya Jepang.

Tidak hanya berbicara tentang hiburan, tetapi juga bagaimana mengasah kemampuan dalam berbagai bidang seperti seni visual, tari, dan vokal, serta melibatkan diri dalam berbagai kegiatan sosial.

Adam berharap bahwa dengan semakin banyaknya dukungan, baik dari masyarakat maupun pemerintah, Tenka Community bisa terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kota Solo.

“Kami ingin menjadi bagian dari perkembangan Solo sebagai kota yang mendukung industri kreatif,” tutur Adam. (ves/bun)

Editor : Damianus Bram
#anime #j-pop #manga #solo #budaya jepang #Tenka Community