RADARSOLO.COM - Tawa riang puluhan bocah TK memenuhi Taman Winasis Solo. Mereka belajar langsung dari alam—menanam sayur, melihat sapi, hingga pulang membawa bibit cabai dan telur rebus.
Suasana riuh penuh tawa terdengar dari halaman belakang kantor Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) Kota Solo di Jalan Jagalan, Selasa (16/9) pagi. Sekitar 50 bocah dari salah satu TK di Kota Solo berhamburan di area Taman Winasis, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mini Edupark.
Dengan wajah sumringah, mereka mengikuti outing class yang tak biasa. Alih-alih hanya duduk di kelas, hari itu mereka belajar langsung dari alam: menyemai bibit, mengenal sayur mayur, hingga memeluk pengalaman baru yang sulit didapat di sekolah maupun rumah.
“Tema besar kami tentang tanaman dan binatang. Jadi kami berkolaborasi dengan pemerintah. Ternyata ada fasilitas seperti ini yang bisa jadi sarana pembelajaran untuk anak. Anak-anak senang karena bisa melihat langsung tanaman sayur, belajar cara menanam, dan mengenal hewan ternak,” tutur Widoretno, salah seorang guru pendamping TK.
Salah satu momen paling seru terjadi saat rombongan kecil itu diajak menengok kandang sapi milik Pemkot Solo. Ada yang meloncat girang sambil memanggil-manggil, ada pula yang maju-mundur penuh ragu karena takut melihat tubuh sapi yang besar. Semua terekam sebagai pengalaman pertama yang membekas.
Tak berhenti sampai di situ, tangan mungil para bocah juga ikut sibuk memindahkan bibit ke polybag. Bibit itu nantinya boleh mereka bawa pulang sebagai “oleh-oleh belajar.” Bahkan, setelah puas beraktivitas, mereka diberi telur rebus hasil panen mandiri dari kandang ayam dinas.
“Main banyak, tadi menanam, lihat cabai sama terong, lihat sapi sama ayam. Pokoknya senang, pulangnya dapat telur,” celetuk Safa dan Prabu, dua murid TK A, dengan mata berbinar.
Selama dua jam, dari pukul 07.30–09.30, anak-anak seolah tak kenal lelah. Mereka berpindah dari kebun sayur ke kandang ayam, dari rumah hidroponik melon hingga kolam lele. Saat waktu pulang tiba, mereka menenteng bibit cabai dan telur rebus sambil menyanyi riang bersama teman-teman.
Menurut Koordinator Outing Class Dispangtan Kota Solo Muhammad Ma’rup, kegiatan ini memang dirancang agar anak-anak bisa menyentuh langsung dunia pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Anak-anak tidak hanya diajak melihat tetapi juga mempraktikkan cara menanam sayur, memelihara ikan, hingga memanen telur ayam. Kami terbuka untuk semua warga masyarakat, siapa saja boleh belajar di Taman Winasis,” jelasnya.
Mini Edupark Taman Winasis sendiri menyuguhkan aneka wahana edukatif, seperti rumah budidaya anggrek, kebun sayur, rumah hidroponik melon, kandang ayam, kandang sapi, kolam lele, hingga hewan peliharaan seperti merpati dan ikan hias. Semua fasilitas ini bisa dinikmati gratis oleh masyarakat.
Bagi sekolah, tempat ini menjadi media belajar luar ruang yang menyenangkan. “Hari ini TK A, besok TK B, lalu PAUD. Respon anak-anak luar biasa, mereka enjoy, karena ilmu lebih mudah masuk saat langsung praktik,” kata Widoretno.
Bermain sambil belajar di Taman Winasis bukan hanya menghadirkan tawa, tapi juga menanamkan pengalaman berharga bahwa alam adalah ruang kelas paling luas, dan ilmu bisa tumbuh dari tangan kecil yang belajar menanam cabai maupun memberi makan sapi. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno