“Sementara dikandangkan dulu. Bila perlu divaksinasi distemper. Namun sayang sekali, pemerintah tidak menyediakan, harus ke klinik dokter hewan,” ujar pengawas kesehatan Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Karanganyar Sutiyarmo ditemui di kantornya kemarin (29/1).
Menurut Sutiyarmo, sebenarnya virus distemper sudah ada sejak lama. Namun, baru kali ini ada warga yang melapor karena kejadiannya masal. “Padahal kasus ini tidak hanya di Karanganyar. Tapi baru kali ini heboh dan banyak warga yang melapor,” ucapnya.
Sutiyarmo mengimbau agar masyarakat tidak panik atas kejadian ini dan tetap tenang. Apalagi mengaitkan kejadian ini dengan virus korona. Sebab, dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan hewan dipastikan bahwa kucing-kucing itu mati karena diserang distemper.
Dokter hewan praktik Dispernakan Karanganyar Yanida Talbot menambahkan, frekuensi distemper mencapai 80 persen pada musim penghujan dan pancaroba. Penyakit tersebut menular secara cepat pada hewan.
“Misalkan di klinik hewan itu menerima rawat inap 10 pasien, tapi delapan ekornya itu positif mengidap distemper, maka vaksin perlu dikuatkan lagi karena virus kan ada masa aktifnya di tubuh. Vaksinasi hewan harus dilakukan dalam kondisi sehat, karena kalau saat sakit baru divaksin jadi tambah sakit. Vaksin itu sebenarnya virus yang dilemahkan,” ucapnya.
Bila kucing terlanjur terinfeksi, penyakit tersebut dapat dicegah dengan diberi imunisasi stimulan, yakni sistem imun kucing itu sendiri. “Imunisasi stimulan kami berikan untuk menghentak sistem kebalnya. Jadi kalau sistem imunnya naik otomatis akan bisa melawan virus. Kemudian antibiotik juga diberikan untuk mencegah bakteri di lingkungan kucing itu,” ujarnya.
Seperti diberitakan, sebanyak 26 kucing didapati mati mendadak beberapa hari bertutut-turut. Ketua RW 16 Perumahan Josroyo, Jaten, Henry Prasetyo mengatakan, warga sempat bingung dan resah. Sebab, kematian kucing-kucing itu tak wajar tanpa sebab.
“Saya panik, takut virus korona mewabah di kompleks kami. Namun, dispernakan menenangkan dan memberitahu kami ternyata itu virus distemper yang tidak menular ke manusia,” ujarnya. (rm1/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra