”Kami berharap pegawai dinas kearsipan dan perpustakaan bisa mengajak masyarakat untuk lebih membudayakan literasi dan menjadikan masyarakat Karanganyar yang literat,” terang Kepala Disarpus Kabupaten Karanganyar Sugeng Raharto.
Sugeng menambahkan, ruang audio visual tersebut untuk menunjang pembelajaran lebih menyenangkan. Karena materi yang disampaikan bisa ditampilkan lewat video. Ruangan tersebut juga ditata mirip bioskop.
”Jadi lebih nyaman dalam belajar,” imbuhnya.
Sebelumnya, kepala biro perencanaan dan keuangan kearsipan dan perpustakaan nasional telah memonitoring pembangunan ruangan tersebut. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengusulkan dibangun sarana pembelajaran berbasis teknologi dan komunikasi (TIK).
”Tahun ini juga akan membangun gedung depo arsip. Oleh karena itu, semua arsip di kantor disarpus dipindah. Nanti kantor ini akan digunakan untuk pembelajaran TIK. Saat ini proyek pembangunan depo arsip tinggal menunggu lelang. Akhir bulan ini nanti diharapkan sudah bisa dibangun,” ungkapnya.
Anggaran depo arsip tersebut, lanjut dia, sebesar Rp 3,5 miliar. Namun karena saat ini masih dalam pandemi, akhirnya dalam pembahasan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) hanya menyetujui sebesar Rp 1,5 miliar. Lokasi pembangunan di depan kantor Kepala Desa Suruh, Tasikmadu.
Bupati Juliyatmono mengungkapkan, gedung audio visual diharapkan menjadi sarana agar masyarakat bisa lebih senang berkunjung ke perpustakaan.
”Desain sedemikian rupa agar masuk di sini nyaman. Karena gudangnya orang pintar itu di perpustakaan. Kalau bisa gandeng beberapa toko buku ternama, buatkan kegiatan atau event di perpustakaan. Gedung arsip kan sudah dibikin sendiri, jadi nanti di sini fokus untuk mencerdaskan masyarakat,” tegas bupati. (rud/adi/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra