KARANGANYAR – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar kembali menutup tiga lokasi wisata cagar budaya di wilayah Karanganyar. Menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di berbagai daerah, termasuk Bumi Intanpari.
Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar Titis Sri Jawoto mengungkapkan, tiga objek wisata yang ditutup yakni Museum Purbakala Klaster Dayu, Candi Ceto, dan Candi Sukuh. Penutupan dilakukan lantaran Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah kembali mengeluarkan pengumuman untuk penutupan objek cagar budaya mulai 22 Juni hingga 2 Juli mendatang.
”Ditutup untuk mengantisipasi lonjakan penularan Covid-19,” ucap Titis, Selasa (22/6).
Diungkapkan Titis, dengan ditutupnya tiga lokasi wisata cagar budaya tersebut, otomatis akan mempengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Sebab, saat ditutup sebelumnya, butuh waktu lama untuk menarik wisatawan kembali berkunjung.
”Dari hasil evaluasi, butuh waktu lebih tiga bulan untuk bisa menarik kembali wisatawan berkunjung ke lokasi tersebut. Tak hanya lokasi wisata, hotel, restoran maupun tempat lokasi wisata lainnya juga bakal terdampak,” ucapnya.
Titis menjelaskan, di hari biasa pengunjung objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Dayu bisa mencapai 200 orang. Kemudian untuk hari libur bisa mencapai 500 sampai 1.000 orang. Meskipun tiga lokasi wisata cagar budaya tersebut ditutup, pihaknya tetap optimistis objek wisata lainnya bisa menutup target PAD.
”Saya kira beberapa lokasi wisata di Karanganyar minim penyebaran Corona,” jelasnya.
Selama penutupan yang dilakukan oleh BPCB, petugas yang sering menjaga lokasi wisata tersebut nantinya diminta melakukan pengawasan dan melakukan pembersihan serta perawatan. (rud/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria