Suasana duka menyelimuti seluruh keluarga dan kerabat Almarhum dalang Ki Manteb Sudarsono. Tepat pukul 13.00 WIB, jenazah dalang kondang tersebut akhirnya dibawa ke bagian kediaman pribadinya untuk dimasukan ke peti jenazah yang telah di siapkan.
Terlihat sejumlah pengrawit dan beberapa kerabat almarhum sempat mendatangi sanggar bima yang berada di depan rumah duka untuk menunggu almarhum diberangkatkan ke tempat pemakaman yang ada di desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar, tak jauh dari rumah Almarhum.
Terdengar lantunan ketawang Layu-layu yang menggambarkan kesedihan mengiringi keberangkatan almarhum menuju ke persinggahan terkahirnya yang telah disiapkan oleh Almarhum. Tak hanya itu saja, meski dengan protokol kesehatan ketat, pemakaman ini juga di antar oleh dua tokoh wayang yang menjadi kelangenan almarhum yakni Werkudara (Bima) dan Janaka yang merupakan tokoh dari Pandawa Lima.
Salah satu putra Ki Manteb Soedarsono, Danang Soesilo, kepada Jawa Pos Radar Solo mengatakan dua tokoh sosok wayang tersebut sengaja dibawa untuk mengantar almarhum lantaran sebelumnya, almarhum sempat berpesan kepada anak angkatnya yakni Bagas Anggoro, untuk membawa wayang Werkudoro dan Janaka.
"Itu wayangnya pemberian dari dalang yang juga teman bapak. Setiap kali memainkan lakon yang berkaitan dengan werkudara, bapak selalu membawa wayang itu. Katanya kalau tidak memakai werkudara itu seperti tidak bisa memainkan sanggit (cerita-red) dalam pagelaran wayang yang ditampilkan bapak," terang Danang. (rud/dam) Editor : Damianus Bram