Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Werkudara dan Janaka Antar Pemakaman Dalang Ki Manteb Sudarsono

Damianus Bram • Jumat, 2 Juli 2021 | 21:03 WIB
BERDUKA: Prosesi pemakaman Ki Manteb Sudarsono di iringi Ketawang Layu-layu dan di antar  dua sosok wayang Werkudara dan Janaka. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
BERDUKA: Prosesi pemakaman Ki Manteb Sudarsono di iringi Ketawang Layu-layu dan di antar dua sosok wayang Werkudara dan Janaka. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KARANGANYAR - Meski dengan protokol kesehatan, namun pemakaman dalang kondang Ki Manteb Sudarsono di iringi Ketawang Layu-layu dan di antar dua wayang Werkudara dan Janaka.

Suasana duka menyelimuti seluruh keluarga dan kerabat Almarhum dalang Ki Manteb Sudarsono. Tepat pukul 13.00 WIB, jenazah dalang kondang tersebut akhirnya dibawa ke bagian kediaman pribadinya untuk dimasukan ke peti jenazah yang telah di siapkan.

Terlihat sejumlah pengrawit dan beberapa kerabat almarhum sempat mendatangi sanggar bima yang berada di depan rumah duka untuk menunggu almarhum diberangkatkan ke tempat pemakaman yang ada di desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar, tak jauh dari rumah Almarhum.

Terdengar lantunan ketawang Layu-layu yang menggambarkan kesedihan mengiringi keberangkatan almarhum menuju ke persinggahan terkahirnya yang telah disiapkan oleh Almarhum. Tak hanya itu saja, meski dengan protokol kesehatan ketat, pemakaman ini juga di antar oleh dua tokoh wayang yang menjadi kelangenan almarhum yakni Werkudara (Bima) dan Janaka yang merupakan tokoh dari Pandawa Lima.

Photo
Photo
Dua sosok wayang Werkudara dan Janaka yang merupakan tokoh dari Pandawa Lima mengantar pemakaman Ki Manteb Sudarsono. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Salah satu putra Ki Manteb Soedarsono, Danang Soesilo, kepada Jawa Pos Radar Solo mengatakan dua tokoh sosok wayang tersebut sengaja dibawa untuk mengantar almarhum lantaran sebelumnya, almarhum sempat berpesan kepada anak angkatnya yakni Bagas Anggoro, untuk membawa wayang Werkudoro dan Janaka.

"Itu wayangnya pemberian dari dalang yang juga teman bapak. Setiap kali memainkan lakon yang berkaitan dengan werkudara, bapak selalu membawa wayang itu. Katanya kalau tidak memakai werkudara itu seperti tidak bisa memainkan sanggit (cerita-red) dalam pagelaran wayang yang ditampilkan bapak," terang Danang. (rud/dam) Editor : Damianus Bram
#Pemakaman Ki Manteb Sudarsono #Dalang Ki Manteb Sudarsono Meninggal #Ki Manteb Sudarsono Meninggal #Dalang Ki Manteb Sudarsono