”Dari keterangan dokter yang melakukan uji laboratorium forensik, ada enam luka tusukan di perut korban. Satu tusukan ke bagian vital yang mengakibatkan kematian,” ucap Wakapolres Karanganyar Kompol Purbo Adjar Waskito, kemarin (29/11).
Adjar mengungkapkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan sebilah pisau dapur yang berlumuran darah. Sedangkan dari keterangan tiga saksi, korban sempat mengeluh dan curhat ke keluarga jika sampai saat ini belum menemukan perempuan idaman yang cocok untuk dijadikan sebagai pendamping hidupnya.
”Dari keterangan beberapa saksi memang sebelumnya korban sempat mengeluh kenapa di usianya yang sekarang belum ada pasangan hidup. Kalau untuk konflik keluarga belum ada, hanya cerita persoalan itu (Belum memiliki jodoh,Red) itu saja,” kata Adjar mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Much Syafi Maulla.
Dari hasil penyelidikan tersebut, lanjut Adjar, ada dua kemungkinan penyebab kematian korban. Pertama korban pembunuhan, kedua murni bunuh diri. Pihaknya belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kematian korban tersebut.
”Kami terus mendalami kasus ini. Karena tidak ada saksi yang melihat saat kejadian itu,” tegas Purbo.
Saat kejadian pada Rabu (24/11) lalu, korban tinggal sendiri di rumahnya. Sekitar pukul 19.30, korban ditemukan tergeletak di dalam kamar dengan luka tusuk di perut bagian kiri.
”Korban statusnya belum menikah, awalnya ada tetangga yang mencoba menghubungi korban. Tapi tidak diangkat, setelah dicek pintu rumah korban tidak terkunci, kemudian tetangga yang mencari itu masuk ke dalam rumah dan setelah mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka tusukan di perut bagian kiri,” kata kasi humas.
Ironisnya, sang ibu Pawiro Waginah, 65 yang mengetahui anaknya berlumuran darah syok tak sadarkan diri. Warginah yang diketahui punya riwayat penyakit jantung sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, sang ibu ikut meninggal. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram