Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Kresnawan Hussein mengatakan, aksi perampokan itu terjadi pada Rabu (1/12) pagi pukul 08.00. Namun, baru dilaporkan oleh korban, setelah rekaman CCTV menyebar di sejumlah media sosial kemarin (2/12).
Dalam rekaman CCTV, pelaku masuk dengan menggunakan jaket dan helm. Setelah masuk, pelaku berpura-pura akan membeli barang dengan di toko itu. Beberapa menit kemudian setelah posisi sepi, pelaku langsung menodongkan senjata seperti senjata api ke arah korban yang saat itu sedang berjaga.
Tak hanya melakukan penodongan, pelaku yang diketahui datang dengan naik sepeda motor matik itu juga melakukan penyekapan dan tindak kekerasan kepada penjaga toko, sembari mengambil uang yang saat itu tersimpan di laci.
Setelah berhasil mengambil uang, pelaku kemudian melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya. "Baru tadi saksi korban melaporkan kejadian itu. Polisi kemudian melakukan olah TKP. Kemungkinan karena masih syok dengan kejadian kemarin, jadi baru tadi lapor ke kami," kata kasatreskrim.
Dari hasil olah TKP dan laporan dari korban NAD, 18, warga Boyolali, pelaku berpura - pura sebagai pembeli dan sempat berkomunikasi dengan korban. Setelah pelaku melihat korban sendirian, kemudian langsung beraksi.
"Ini kami sedang kumpulkan saksi yang berada di sekitar lokasi. Dan beberapa rekaman CCTV di toko juga kami amankan," kata Kasat.
Tak hanya rekaman CCTV milik toko. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah CCTV yang ada ruas jalan yang mengarah ke jalan didepan toko itu.
"Dari hasil rekaman CCTV toko sedikit blur karena mungkin resolusinya rendah. CCTV yang lain sedang kita cari," ujarnya. (rud/bun/dam) Editor : Damianus Bram