Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proyek Geothermal Lawu Batal, Bupati: Kontrak Pembangunan Distop

Damianus Bram • Senin, 20 Desember 2021 | 15:30 WIB
HARUS DIJAGA: Air Terjun Studio Alam, salah satu potensi wisata di Gunung Lawu. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
HARUS DIJAGA: Air Terjun Studio Alam, salah satu potensi wisata di Gunung Lawu. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
KARANGANYAR Rencana pemerintah pusat membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di kawasan Gunung Lawu, dipastikan gagal. Hal itu ditegaskan Bupati Karanganyar Juliyatmono usai menerima surat pemberitahuan dari Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

”Sudah tidak ada kontrak lagi untuk pembangunan geothermal atau PLTP di Gunung Lawu,” terang Bupati Juliyatmono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (19/12).

Yuli sapaan akrab Juliyatmono menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan surat pemberitahuan dari pemerintah pusat terkait pembatalan proyek geothermal yang sempat mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat tersebut. Lantaran jika proyek tersebut dilakukan, akan merusak ekosistem Gunung Lawu.

”Saya sudah baca suratnya (pemberhentian proyek,Red) itu, beberapa waktu lalu. Dan kami akan tetap konsisten menjaga Gunung Lawu,” imbuh bupati.

Seperti diketahui sebelumnya, Kementerian ESDM sempat berencana mengebor Gunung Lawu untuk proyek PLTP yang diklaim menghasilkan daya listrik 165 Megawatt. Bahkan pemerintah sudah melakukan lelang tender terbuka pada 2015 silam. Lelang dimenangkan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Namun lantaran belum ada persetujuan dari pemerintah daerah, pihak Pertamina menunda pengerjaan tersebut.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Geothermal Energy Tafif Azimuddin mengatakan, pihaknya sulit mengerjakan proyek panas bumi di Gunung Lawu lantaran terdapat banyak candi purbakala. Tak hanya itu, pemerintah daerah juga belum menyetujui.

”Bupati juga belum setuju, ada surat resminya,” singkatnya.

Koordinator Gerakan #Jagalawu Aan Shopuanudin mengungkapkan, meski rencana PLTP Lawu gagal, pihaknya tetap konsisten menjaga Gunung Lawu dari upaya perusakan.

”Memang faktanya kemarin tender proyek geothermal di Gunung Lawu digagalkan. Tapi kami juga tidak tahu nanti ke depan seperti apa jika ada pergantian pemimpin, terus terang kami masih khawatir proyek itu jadi dikerjakan,” ucap Aan.

Anggota DPRD Karanganyar ini justru mendorong pemerintah menjadikan Gunung Lawu sebagai hutan wisata nasional.

”Kalau sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan wisata akan lebih baik. Jadi nanti tidak akan ada pembangunan besar di sana (Gunung Lawu), saya mendukung kalau pemerintah kabupaten segera melengkapi berkas-berkas ke kementerian untuk bisa menjaga ekosistem Gunung Lawu,” tandasnya. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#bupati karanganyar juliyatmono #geothermal #PLTP #kementerian esdm #Proyek Geothermal Lawu Batal