Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kisah Tukang Tambal Ban Gratis untuk Pelajar di Karanganyar: Biar Nggak Susah

Syahaamah Fikria • Selasa, 19 April 2022 | 03:00 WIB
Agus Wandri alias Bagus saat memberikan pelayanan kepada warga yang sedang memperbaiki ban sepeda motor. (RUDI H/RADAR SOLO)
Agus Wandri alias Bagus saat memberikan pelayanan kepada warga yang sedang memperbaiki ban sepeda motor. (RUDI H/RADAR SOLO)
KARANGANYAR – Untuk bisa berbuat kebaikan dan berbagai kepada sesama, tidak harus memiliki kekayaan atau harta yang berlimpah. Dari apa yang dimiliki, termasuk keahlian, seseorang juga bisa memberi manfaat lebih kepada sesama.

Seperti yang dilakukan oleh Agus Wandri, 36, yang membuka layanan tambal ban dan isi angin gratis bagi pelajar di sebelah barat Jembatan Kalongan, Dusun Pokoh, Desa Ngijo, Tasikmadu.

Bagus bercerita, baru setahun ini dia tinggal di tempat itu. Dia terpaksa pindah dari tempat lamanya di perempatan Papahan, Tasikmadu, Karanganyar karena tak kuat membayar sewa kios.

Di tempat barunya itu, dia tinggal di bangunan kios yang terbuat dari bambu dan hanya beratapkan bekas lembar MMT dengan ukuran 2 meter x 2 meter. Alas tipis digunakannya untuk tidur, tempat kursi dan tempat menyimpan alat kompresor serta peralatan tambal ban.

Bagus memberikan pelayanan gratis, baik itu jasa isi angin atau ganti ban sepeda kepada pelajar di Karanganyar.

"Tidak hanya anak sekolah yang saya gratiskan untuk isi angin dan tambal ban. Kalau ada yang membutuhkan kapan pun, 24 jam saya siap membantu. Orang itu tergantung dengan niat dan kejujurannya. Kalau tidak punya uang pun juga tidak apa-apa, karena saya tidak pamrih untuk mendapatkan apa-apa. Saya hanya niatnya membantu dan tolong menolong kepada sesama," terang Bagus yang mengaku saat ini berstatus duda anak dua tersebut.

Awalnya, Bagus tak mau jika dirinya dikenal masyarakat atas kebaikannya menggratiskan semua pelajar untuk isi angin dan tambal ban.

"Terus terang saya tidak ingin terkenal. Saya hanya mikir jangan sampai anak saya itu dicap jelek masyarakat karena anak seorang tambal ban. Saya hanya ingin anak saya itu dipandang orang lain. Meski bapaknya seorang tambal ban dan dulunya nakal, sekarang bisa bermanfaat bagi sesama, itu saja," ungkapnya.

Ditanya apakah ingin membangun kios tambal ban, Bagus mengaku pihaknya mensyukuri tempat yang saat ini disediakan oleh salah satu warga di Papahan itu. Meski setiap malam harus berperang melawan dinginnya cuaca malam, apalagi jika hujan turun, dia tetap bersyukur.

"Saya tidak mau merepotkan orang lain, tidak apa-apa saya tidur di sini, semampu saya saja," ungkap pria asal Pajang, Laweyan, Solo itu

Di akhir pembicaraan, Bagus menegaskan jika perbuatannya menggratiskan semua pelajar yang sedang mengalami kerusakan ban tersebut lantaran ia tak ingin generasi sekarang  merasa susah.

"Saya menaruh harapan besar kepada mereka (pelajar, Red) agar tetap semangat dalam belajar, dan nantinya bisa menyukseskan dirinya sendiri dan menyenangkan orang tua mereka, serta berguna bagi nusa bangsa dan negara," pungkas Bagus yang mengaku hanya lulusan SD itu.

Di sisi lain, salah satu pelanggan Bagus, Winarto mengaku, dia baru mengetahui jika Bagus memberikan layanan isi angin dan tambal ban gratis bagi pelajar. Saat itu, dia juga baru menggunakan jasa Bagus. Winarto pun takjub dengan kebaikan Bagus.

"Saya baru tahu, tadi itu ada orang yang ganti ban. Karena uangnya kurang, Mas Bagus hanya meminta seadanya dan seikhlasnya," ucap Winarto yang saat itu menambalkan ban belakang motornya. (rud/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#viral #karanganyar #tambal ban #tambal ban gratis