Kenapa memilih getah pisang? Bahan alami ini memiliki warna khas dan ketahanan yang bagus.
Berbekal pengalaman menjadi seorang pendamping program pemberdayaan masyarakat, Khabib menaikkan derajat getah pisang atau biasa disebut tlutuh.
Untuk menghasilkan motif batik berkualitas, Khabib mengombinasikan tlutuh dengan daun jati dan kopi. “Idenya datang karena teringat waktu kecil dimarahi ibu. Baju saya terkena getah pisang dan sulit dihilangkan,” kata Khabib.
Warga Desa Wonorejo, Kecamatan Bejen, Karanganyar ini membuat motif batik secara beragam. Mayoritas menggambarkan tentang alam.
"Soal motif, awalnya seadanya. Tapi sekarang mencoba mengembangkan motif khusus, yakni bangunan Pabrik Gula dan Gerojogan Sewu," ungkapnya.
Proses produksi batik getah pisang dipelajari Khabib secara otodidak. Bahan pendukung lainnya, sama dengan pembuatan batik pada umumnya. Di antaranya malam. Hanya saja, bahan pewarna menggunakan tlutuh sehingga lebih awet.
"Saya juga memberdayakan teman-teman UMKM (usaha mikro kecil menengah) yang membuat tas, dompet, tempat tisu, dan sebagainya,” kata dia.
Terkait harga batik dari tlutuh pisang yang dikreasikan menjadi aneka kerajinan, Khabib menyerahkannya kepada pelaku UMKM. “Karena niat saya pemberdayaan UMKM,” pungkasnya. (rud/wa) Editor : Damianus Bram