Seperti diketahui, pujasera itu semestinya menjadi tempat untuk menjual berbagai produk makanan khas Karanganyar. Serta sebagai lokasi pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Namun belakangan, banyak pedagang di tempat itu memilih untuk libur berjualan selama Ramadan hingga Lebaran. Alhasil, lokasi yang kosong itu lantas disalahgunakan oleh anak-anak muda untuk nongkrong.
Bahkan, beralihnya pujasera tersebut sempat viral dan menjadi perbincangan warga Karanganyar. Yakni setelah ada warga meng-upload foto sejumlah pemuda yang tengah tidur dan nongkrong di pujasera tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Karanganyar Martadi mengatakan, selama Ramadan sejumlah pedagang di sana memang libur. Setelah itu, belum ada pengawas untuk mengurus pujasera tersebut.
Sehingga sejumlah anak muda tak bertanggung jawab dengan mudah menggunakan area lokasi yang ada di kawasan perkantoran tersebut.
"Penjaganya belum ada, besok akan coba saya cek dan tindak lanjuti. Ini baru penataan untuk temen-temen pedagang yang Sabtu-Minggu. Nanti baru untuk penataan kembali yang di pujasera," ucap Martadi singkat saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Selasa (10/5) malam. (rud/ria) Editor : Syahaamah Fikria