Akhirussanah juga dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar Muh. Syamsuri. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar Muzaiyin Arifin menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya sudah menjadi salah satu rujukan dan ditunjuk Direktorat Jendral (Dirjen) Vokasi SMK, sebagai salah satu SMK Pusat Keunggulan (PK) di Bumi Intanpari.
“Saya pesan kepada anak-anak, karena SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar ini merupakan salah satu SMK Pusat Keunggulan. Sarana dan prasarana sudah memadai. Guru-guru juga sudah berkompeten, maka jangan khawatir. Saya pesan jangan menikah dulu. Walaupun tidak bekerja, ya melanjutkan kuliah. Karena nanti di Karanganyar akan ada kampus Muhammadiyah. Bisa menampung anak-anak ini,” kata Muzaiyin.
Berbagai program kejuruan unggulan dimiliki SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar. Mulai Dari Program Kejuruan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran, Bisnis Daring dan Pemasaran, hingga Jasa Boga.
Muzaiyin menambahkan, saat ini SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar sudah menggandeng beberapa perusahaan di Jawa Tengah. Termasuk perusahan penyalur tenaga kerja yang ada di luar negeri.
“Hubungan kami bersama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) sudah cukup baik. Bahkan ada beberapa siswa yang saat ini mulai bekerja di sejumlah perusahaan. Meskipun mereka belum lulus,” imbuhnya.
Jika nanti kampus Muhammadiyah yang ada di Bumi Intanpari sudah berjalan dan dibuka, lanjut Muzaiyin, maka jenjang pendidikan lulusan SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar akan lebnih berkembang. Sebab selain bisa belajar, para lulusan SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar nantinya juga akan bisa bekerja di sejumlah bidang usaha amal milik Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua PDM Karanganyar Muh. Syamsuri dalam sambutannya berharap setelah kegiatan Akhirussanah ini, jumlah kursi untuk peserta didik baru bisa menyamai siswa kelas XII yang lulus tahun ini. Artinya, SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar bisa menerima 564 peserta didik baru, tahun pelajaran 2022/2023 ini.
“SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar merupakan tiga dari SMK yang unggul. Selain SMKN 1 Karanganyar dan SMKN Matesih. Maka dari itu, kami minta setelah ini, kursi-kursi yang ditinggalkan peserta didik tersebut, nantinya dapat terisi kembali,” pintanya. (rud/fer/dam) Editor : Damianus Bram