”Ini nantikan tidak hanya bibit kelapa. Tetapi juga jagung dan cabai. Kalau jagung ditambah jadi 1.000 ton gimana, kemudian untuk tanaman cabai diberikan ke 10.000 rumah tangga,” kata Yasin saat kunjungan di Gondangrejo, Sabtu (6/8) siang.
Alasan Mentan menambah bibit jagung dan cabai supaya masyarakat tidak lama menunggu masa panennya. ”Kalau kelapa kan dua tahun baru berbuah. Nah selama dua tahun itu bisa menanam jagung dan cabai. Jagung itu paling tidak 100 hari sudah bisa panen, tolong program di Karanganyar ini bisa diubah,” imbuh Yasin Limpo.
Di sisi lain, pada program kejar 1 juta batang bibit kelapa genjah, Kabupaten Karanganyar bakal mendapatkan 59.000 batang bibit pohon kelapa, 668 ton jagung, dan 39,2 ton bibit cabai dan 10 hektare tanaman kedelai. Dari 59.000 batang bibit kelapa, ditanam di 11 kecamatan di 50 desa.
Sekda Kabupaten Karanganyar Sutarno mengaku siap jika nantinya kementerian menambah bibit yang akan disalurkan ke Karanganyar.
”Kami siapkan, nanti ada beberapa program pertanian untuk bisa penambahan itu. Masyarakat akan kita siapkan di 17 kecamatan,” singkat sekda.
Seperti diketahui, Kementerian Pertanian mengembangkan kelapa genjah 1 juta batang secara nasional pada 2022-2023. Program ini memperkuat sektor pertanian sebagai bantalan perekonomian menghadapi krisis pangan global dan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram