Diketahui, total KPM di Karanganyar sebanyak 60.646 KPM yang tersebar di 14 kecamatan. Masing-masing dari mereka mendapatkan BLT BBM dan bantuan sosial (bansos) sembako senilai Rp 500 ribu.
Kepala Kantor Pos Karanganyar Luluk Maulidia menjelaskan, distribusi BTL BBM dan bansos sembako berakhir Jumat (7/10). Namun lantaran masih banyak KPM yang belum mengambil haknya, penyaluran diperpanjang hingga Jumat (14/10).
"Saat ini, baru sekitar 59 ribu KPM yang mengambil bansos. Sisanya (sekitar 1.600 KPM) belum," ungkapnya, Jumat (7/10).
Apa penyebabnya? Luluk menuturkan, banyak dari mereka yang merantau. "Mayoritas dari wilayah 4J (Jatiyoso, Jumapolo, Jatipuro dan Jumantono). Ya kalau tidak diambil, maka data (KPM) akan kami blokir, selanjutnya (dana BLT BBM dan bansos sembako) kami kembalikan ke Kemensos," terangnya.
Karena tidak segera diambil, anggara BTL BBM dan bansos sembako yang akan dikembalikan ke pemerintah pusat senilai Rp 800 juta.
Sebab itu, Luluk mengimbau, KPM segera mengambil BLT BBM dan bansos sembako pada masa perpanjangan distribusi hingga 14 Oktober. "Syaratnya, kalau memang masih ada ahli waris, seperti anak bisa menunjukkan KK (kartu keluarga)," ungkapnya.
Di lain sisi, Pemkab Karanganyar belum mendistribusikan BLT BBM yang bersumber dari APBD. Saat ini, pemkab masih melakukan pendataan KPM dan dijadwalkan cair pada akhir tahun ini. (rud/wa/dam) Editor : Damianus Bram