Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Karanganyar Bagus Selo. Dia berharap wacana Bupati Karanganyar Juliyatmono merenovasi gedung DPRD bisa direalisasikan pada 2025 mendatang. Sebelumnya, Bagus sempat menolak tawaran itu karena masih banyak kepentingan masyarakat yang harus diutamakan. Salah satunya perbaikan jalan rusak di sejumlah kecamatan.
”Untuk pembangunan gedung DPRD, ya 2025 lah. Kalau tahun depan anggaran banyak tersedot untuk pemilu. Paling tidak ya 2025 atau 2026 bisa dianggarkan,” terang Bagus Selo saat forum konsultasi publik penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Karanganyar 2024-2026, Kamis (26/1/2023).
Bagus mengungkapkan, pertimbangan mengusulkan renovasi pada 2025, lantaran saat ini Pemkab Karanganyar telah mengerjakan pembangunan kantor dinas. Bahkan tahun lalu juga membangun dua bangunan besar. Yakni gedung kebudayaan (eks gedung wanita, Red) dan rumah dinas sekaligus pendapa rumah dinas bupati yang mencapai puluhan miliar.
”Ini (bangunan gedung DPRD, Red) kan bangunan lama, semua kota sudah megah-megah. Kemudian semua kantor di Karanganyar sudah dibenahi, nah 2025 saya harap dibenahi gedung DPRD-nya seperti kantor DPRD Malang, itu bagus,” ucap Bagus Selo.
Ditanya berapa kebutuhan anggaran pembangunan gedung DPRD, Bagus mengaku setidaknya butuh Rp 30 miliar.
Menanggapi adanya usulan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karanganyar Ilyas Akbar Almadhani tetap konsisten menolak gedung DPRD direnovasi.
”Kalau 2025 ya tidak pas, yang mesti kudu dibangun itu adalah jalan. Untuk membangun infrastruktur jalan, dua tahun tidak cukup. Urgensinya belum, karena gedung DPRD yang sekarang saya anggap masih layak untuk dipakai,” tegas Ilyas. (rud/adi/dam) Editor : Damianus Bram