Dari delapan ruas jalan tersebut, kebanyakan berada di wilayah Gondangrejo. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah dimana keluarga Presiden Joko Widodo tinggal dan dimakamkan.
"Saya itu ingin untuk anggaran inpres jalan darat itu nanti difokuskan ke wilayah Gondangrejo. Delapan ruas jalan itu diantaranya di ruas jalan Tuban-Wonosari, Wonorejo-Tuban, Ngangkruk-Jeruksawit, dan Dayu-Wonosari. Nanti akan kami bangun dengan anggaran inpres tersebut," papar Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya pada kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karanganyar 2024 yang digelar di pendapa Raden Mas Said, Rumah dinas bupati Karanganyar.
Tak hanya di wilayah Gondangrejo, bupati juga akan membangun sejumlah ruas jalan di kawasan sebelah selatan Kabupaten Karanganyar. Semua tetap bersumber dari anggaran inpres jalan darat.
"Ada tiga jalan lagi yang akan kami lakukan pembangunan, yakni ruas jalan Jenawi-Seloromo, Jambangan-Pendem, Mojogedang, dan ruas jalan Jumapolo-Karangbangun, Kecamatan Jumapolo," terang bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar Asihno Purwadi mengaku, dalam mendapatkan inpres tersebut pemerintah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat. Usulan yang dilakukan oleh pemkab sebelumnya senilai Rp 100 miliar, namun akhirnya hanya terealisasi Rp 80 miliar.
“Ada beberapa ruas jalan yang akan kami banguan dengan menggunakan anggaran dari inpres itu. Ya sekitar tujuh ruas yang kami rencanakan untuk peningkatan jalan dan perbaikan. Kami harapkan nanti sebelum Lebaran setidaknya bisa rampung beberapa perbaikan jalan tersebut,” ungkap Asihno. (rud/nik/dam) Editor : Damianus Bram