RADARKARANGANYAR.COM – Momentum HUT Ke-78 Kemerdekaan RI dimanfaatkan sebagai ajang unjuk kreativitas masyarakat. Seperti halnya yang dilakukan seniman Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso yang menampilkan festival budaya di lapangan desa setempat, kemarin (20/8).
Ada banyak kesenian yang tampil, salah satunya Tari Sabuk Janur yang menceritakan sejarah Desa Girimulyo. Sebelumnya, potensi desa dikirab dari kantor kepala desa Girimulyo hingga lapangan Girimulyo berjarak kurang lebih 1 kilometer. Sejumlah warga bersama dengan pemerintah desa berjalan kaki mengenakan pakaian adat dan pernak-pernik. Di lapangan wisata Girimulyo, ribuan warga disuguhi penampilan kelompok sanggar seni dan budaya.
Kepala Desa Girimulyo, Ponco Adi Prasetya mengatakan, kirab dan gelaran festival Girimulyo ini sebagai wujud kebersamaan masyarakat. Selain itu untuk mengenalkan potensi desa.
”Ada beberapa tarian kolosal yang diciptakan oleh kelompok seni dan budaya Girimulyo. Salah satunya Tari Sabuk Janur yang merupakan cikal bakal adanya Desa Giri Mulyo. Tari ini menggambarkan proses untuk mencari sumber air di lereng Gunung Lawu ini,” kata Ponco.
Ponco menambahkan, di Desa Girimulyo terdapat empat kesenian khas lereng Lawu. Selain tarian sabuk janur, ada pula tarian Sabdopalon Noyogenggong dan Jaran Gedrug. Sampai saat ini masih sering dipentaskan di sejumlah kegiatan.
”Ini adalah kegiatan pertama kami di momentum hari kemerdekaan. Kedepan akan kami gelar di hari-hari besar untuk memberikan edukasi bagi masyarakat,” paparnya.
Salah seorang warga Girimulyo, Parman berharap pemerintah desa setempat selalu memberikan dukungan kepada tokoh penari atau tokoh budaya Desa Girimulyo.
”Ya kalau bisa setiap kegiatan itu setidaknya ada pentas seni dan kebudayaan, agar generasi saat ini paham dan tahu cerita atau sejarah desa kita dulu,” paparnya. (rud/adi)
Editor : Damianus Bram