Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Korban Pelecehan Seksual Pengasuh Ponpes di Jatipuro Capai 6 Santriwati, 1 Orang Pilih Lari karena Tak Kuat

Rudi Hartono RS • Kamis, 7 September 2023 | 04:17 WIB
Ilustrasi korban pelecehan seksual.
Ilustrasi korban pelecehan seksual.

RADARSOLO.COM - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karanganyar mengungkap, korban pelecehan seksual oleh AB, pengasuh sekaligus pemilik pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Jatipuro berjumlah enam orang santriwati. Dari keenam korban itu, bahkan ada satu santriwati yang pilih lari alias keluar dari ponpes lantaran tak kuat dengan kelakuan bejat sang pemilik ponpes.

Ketua Divisi Pelaporan dan Pendampingan P2TP2A Kabupaten Karanganyar Anastasia Sri Sudaryatni mengatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi Satuan Unit PPA Polres Karanganyar, begitu mendapat informasi terkait kasus pelecehan seksual terhadap santriwati tersebut.

"Senin sore (4/9) saya langsung merapat ke mapolres, kemudian saya langsung mencoba mendekati beberapa korban. Total ada enam korban saat itu. Satu orang korban statusnya sudah keluar dari ponpes tersebut, dan lima lainnya masih berstatus sebagai santriwati," kata Anas.

Para korban berusia antara 15 tahun hingga 18 tahun. Mereka tak hanya berasal dari Karanganyar, namun juga dari luar kabupaten, seperti Wonogiri.

P2TP2A pun langsung melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut dengan melakukan pendalaman, selanjutnya visum terhadap korban.

"Enam anak yang kita dampingi mereka sudah menceritakan semuanya. Hasil dari visum rumah sakit juga kita serahkan ke polres untuk ditindaklanjuti. Dan sekarang penanganan untuk perkara tersebut sudah dilakukan di Mapolda Jawa Tengah," terang Anas.

Disinggung terkait hasil penggalian informasi terhadap keenam korban, Anas mengaku, tindakan bejat yang dilakukan pelaku tersebut telah berlangsung sejak dua tahun silam. Bahkan satu korban yang tidak kuat dengan perlakuan pelaku, nekat keluar dari pondok pesantren tersebut.

"Enam dari lima korban itu, satu korban sudah keluar dari pondok karena sudah tidak kuat dengan perbuatan pelaku. Sedangkan lima lainnya saat ini masih menjadi santriwati. Dan, sekarang mereka sudah kita lakukan pendampingan, serta akan keluar dari pondok pesantren," paparnya.

Editor : Syahaamah Fikria
#jatipuro #ponpes #santriwati #pencabulan #pelecehan seksual #Pondok Pesantren