Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pasca Penangkapan Pengasuh Akibat Kasus Pelecehan Seksual, Aktivitas Ponpes di Jatipuro Terkihat Normal

Rudi Hartono RS • Jumat, 8 September 2023 | 18:44 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual. (JawaPos.com)
Ilustrasi pelecehan seksual. (JawaPos.com)

RADARKARANGANYAR.COM – Aktivitas pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Jatipuro pasca penangkapan pengasuhnya yakni AB, karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya, masih berjalan normal. Pembelajaran masih dijalankan pengurus lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di ponpes tersebut, kemarin (7/9), sejumlah santri masih terlihat beraktivitas di ponpes yang berada di pinggir jalan Jatipuro-Jatiyoso ini. Masyarakat sekitar juga beraktivitas seperti biasa pasca penangkapan AB.

Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Kumontoy mengungkapkan, kasus tersebut resmi ditangani Polda Jawa Tengah. Barang bukti, saksi, korban, dan pelaku sudah dilimpahkan ke polda.

”Tugas kami melakukan pemantauan terhadap pondok pesantren tersebut agar kondusivitas wilayah di sekitar tidak ada gejolak. Kami sudah perintahkan kapolsek bersama unsur forkopimca setempat untuk terus melakukan pengecekan, pemantauan dan pengamanan. Karena proses hukumnya sekarang sudah ditangani oleh polda,” kata kapolres, kemarin.

Camat Jatipuro Bambang Sriyanto mengungkapkan, pasca diamankannya AB, pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran polsek dan koramil setempat. Bahkan camat juga memberikan dukungan dan motivasi kepada keluarga dan santriwati untuk terus melakukan kegiatan belajar mengajar di ponpes tersebut.

”Proses belajar mengajarnya masih tetap ada. Di pondok itukan kalau siang anak-anak sekolah, kemudian sorenya baru pulang ke pondok untuk ngaji. Yang melanjutkan program belajar mengajar itu, pihak keluarga. Di sana masih ada kakak dan adik dari pengasuh pondok tersebut, kemudian istrinya juga masih mengajar untuk anak-anak pondok,” paparnya.

Disinggung keberadaan ponpes tersebut, camat mengaku, sudah sejak 5 sampai 10 tahun lalu. Dimana anak-anak yang kurang mampu baik di wilayah Karanganyar maupun dari Wonogiri ditampung di pondok pesantren tersebut.

”Beliau (tersangka,Red) di lingkungan, baik. Beberapa kali juga ikut dan menggelar pengajian. Bahkan beberapa kali kami minta membacakan doa dalam setiap kegiatan. Pihak keluarga sudah menyerahkan kejadian tersebut ke polisi dan aktivitas pondok akan terus di lanjutkan seperti sediakala,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Damianus Bram
#ponpes #pelecehan seksual #Pondok Pesantren #santriwati dicabuli