RADARKARANGANYAR.COM – Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Lawu tidak hanya dilakukan dengan menutup jalur pendakian. Jajaran Perhutani, TNI, Polri, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) juga gencar patroli hutan.
Salah seorang relawan Ngargoyoso yang juga personel Polsek Ngargoyoso Aiptu Edhi Herwanto mengungkapkan, pihaknya gencar patroli di wilayah hutan Gunung Lawu menemui warga yang beraktivitas di lokasi tersebut. Mereka diimbau tidak melakukan pembakaran. Terlebih sejumlah pihak sepakat menjalankan program Gunung Lawu Tanpa Asap.
”Kami cek di jalur-jalur tidak hanya di kawasan wisatanya saja, tetapi juga lokasi yang sering dijadikan pembakaran. Kami peringatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran apapun di hutan,” terang Edhi.
Kanit Binmas Polsek Ngargoyoso ini juga memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap pengunjung atau wisatawan yang berkunjung di Ngargoyoso. Khususnya yang bepergian di lokasi hutan agar tidak merokok sembarangan.
”Semua yang beraktivitas di kawasan hutan kami larang melakukan pembakaran dengan alasan apapun. Karena kami ingin Gunung Lawu ini terbebas dari kebakaran hutan,” paparnya.
Asisten Perhutani (Asper) Bagian Pemangku Kesatuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Sartono mengungkapkan, selain menutup jalur pendakian, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki lahan di area hutan lereng Gunung Lawu.
”Terutama masyarakat lereng Gunung Lawu, jadi kalau ada rumput kering, saya harap untuk tidak dibabati dan dibakar. Saya minta masyarakat membuat lubang dan rumput tersebut bisa ditimbun dilubang tersebut, dan nantinya akan bisa dijadikan sebagai pupuk,” pungkas Sartono. (rud/adi)
Editor : Damianus Bram