RADARSOLO.COM - Imunisasi masal vaksin polio dimulai serentak Senin lalu (15/1).
Selama vaksinasi dilakukan masih ada puluhan orang tua di dua kecamatan di Karanganyar menolak anaknya divaksin.
Salah satu alasan penolakan itu terkait pemahaman terhadap vaksin.
Puluhan warga yang menolak vaksinasi ini terjadi di Kecamatan Tawangmangu dan Jatiyoso.
Pemerintah berharap melalui forum komunikasi masyarakat peduli imunisasi bisa memberi edukasi terhadap mereka. Agar para orang tua ini mengizinkan anaknya mendapat vaksinasi untuk melindungi anak dari penyakit polio.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar Warsito membenarkan, setelah penyaluran imunisasi vaksin polio pada Senin lalu, sebagian warga di Tawangmangu dan Jatiyoso menolak anaknya divaksin.
"Sementara yang menolak ada 77 orang di wilayah Jatiyoso, dan sembilan orang di Kecamatan Tawangmangu. Tapi ini (imunisasi polio-Red) kan belum selesai. Jadi bisa jadi ada kasus serupa. Mereka yang menolak vaksin sudah membuat surat pernyataan dari awal," terang Warsito.
Baca Juga: Tingkatkan Kekebalan Anak, Sub PIN Polio Tak Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar
Dari catatan Dinkes Karanganyar, terdapat 500 warga yang sering menolak pemberian vaksin atau imunisasi terhadap anak - anak mereka.
Baca Juga: Khawatir Muncul Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Polio, Simak Penjelasan Tenaga Kesehatan Puskesmas Nusukan
"Rata-rata alasan mereka menolak pemberian vaksin karena masalah keyakinan yang dianut warga setempat," kata Warsito yang enggan menyebutkan lebih detail terkait alasan penolakan warga ini.
Disinggung terkait dengan upaya pemerintah untuk mengedukasi mereka, Warsito mengatakan, petugas di lapangan bersama masyarakat yang tergabung dalam forum komunikasi masyarakat peduli imunisasi diminta terus melakukan pendekatan persuasif. Agar mereka memberikan izin anak-anaknya diimunisasi.
Hal ini penting untuk perlindungan diri dari serangan polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada anak.
Baca Juga: Pemkot Solo Gelar Vaksinasi Polio Serentak di Posyandu dan Pos PIN
Kepala Dinkes Karanganyar Purwati mengungkapkan, imunisasi polio di daerahnya menyasar sebanyak 95.824 anak. Dimulai Senin lalu secara serentak dan ditargetkan selesai 20 Januari.
Kondisi hampir serupa juga terjadi di Sukoharjo. Meski sudah ada sosialisasi dan edukasi, masih ada masyarakat yang ragu mengikutkan buah hatinya untuk imunisiasi.
Camat Polokarto Hery Mulyadi mengakui, ada beberapa warganya yang ragu-ragu mengikuti imunisasi polio. Namun, bukan soal pemahaman terkait keyakinan melainkan soal waswas apakah vaksin itu dilakukan dengan cara disuntik atau ditetes di mulut.
“Ada yang takut anaknya menangis kalau disuntik. Namun setelah diberikan pemahaman jika imunisasinya dengan tetes, akhirnya mereka bersedia,” kata Hery.
Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto Yusuf Aziz Rahma menambahkan, ada warganya yang tidak hadir di balai desa meski masuk daftar sasaran imunisasi. Petugas pun proaktif jemput bola.
“Lalu kader kesehatan menjemput ke rumah warga. Setelah diedukasi akhirnya datang dan ikut imunisasi,” bebernya. (rud/kwl/bun/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto