Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mengenal Sejumlah Kesenian di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar: Ada Tari Perang Juga Lho!

Damianus Bram • Senin, 6 Mei 2024 | 16:57 WIB
Pengunjung menikmati kebun teh Kemuning dari ketinggian. Lokasi ini terkenal dengan hawa sejuk.
Pengunjung menikmati kebun teh Kemuning dari ketinggian. Lokasi ini terkenal dengan hawa sejuk.

RADARSOLO.COM - Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar memiliki potensi hasil bumi berupa perkebunan teh yang telah menjadi ikon dari desa tersebut.

Dari kekayaan alam yang dimiliki desa ini, Kemuning menjadi daerah agro wisata yang dikenal oleh masyarakat luas. Perkebunan teh yang luas dan indah ini menjadi daya tarik dari wilayah ini.

Namun seiring dengan perkembangannya, masyarakat mulai mengembangkan potensi alam lain yang terdapat di kawasan Kemuning. Seperti Sungai Kalimas, kemudian Telaga Madirda, lalu River Tubing Kali Pucung.

Namun yang tidak kalah menarik, di Desa Kemuning ada sejumlah kesenian yang juga layak untuk disaksikkan.

Salah satunya adalah Tari Podo Sewu. Tari ini merupakan asli wilayah Kemuning yang merepresentasikan proses pertempuran warga pribumi dengan tentara kolonial Belanda.

Dalam tari tersebut menceritakan tentang proses pertempuran seribu pemuda yang belum beristri dengan Belanda yang lari ke Modo Sewu.

Namun sayang, kesenian asli daerah Kemuning ini belum banyak terpublish. Jadi belum cukup dikenal luas oleh masyarakat.

Selain Tari Podo Sewu, kawasan yang menyuguhkan hamparan kebun teh yang luas ini juga memiliki kesenian keroncong, wayang karakter dan kesenian reog yang bernama Reog Wahyu Budaya.  

Editor : Damianus Bram
#ngargoyoso #karanganyar #Kemuning #agro wisata #perkebunan teh