RADARSOLO.COM – SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar menggelar Akhirussanah Ke-35 di Ballroom Hotel Permata Sari, kemarin (6/5). Tercatat 394 siswa lulus dengan hasil memuaskan. Ini tak lepas dari peran SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar dalam mendidik, sekaligus meningkatkan kompetensi siswanya.
Tercatat 145 siswa lulus dari kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), 141 siswa Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), 49 siswa Teknik Body Otomotif (TBO), 33 siswa Multimedia, serta 26 siswa Teknik Elektronika Industri. Beberapa di antaranya sudah terserap dunia kerja, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Selamat atas keberhasilan siswa yang lulus. Ini titik awal untuk mengarungi kehidupan selanjutnya. Semoga semua ilmu membawa manfaat dan kebahagiaan,” kata Kepala SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar Burhan Mustaqim.
Akhirussanah ini wujud komitmen SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar dalam memajukan dunia pendidikan. Bukan sekadar pengetahuan, SMK Pusat Keunggulan (PK) ini juga membekali siswa dengan berbagai kompetensi. Terutama yang link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Salah satunya melalui program magang. Tercatat delapan siswa diterima magang di salah satu perusahaan otomotif ternama. Selain itu, dua siswa berprestasi mendapat beasiswa ke perguruan tinggi.
“Mereka mendapat beasiswa karena berprestasi. Di antaranya prestasi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional di Surabaya. Juga juara 1 skill contest dari perusahaan Astra Honda,” imbuh Burhan.
Berbagai prestasi tersebut mencerminkan keseriusan SMK Muhammadiyah 3 dalam mendidik siswanya. Sehingga mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya di Bumi Intanpari.
“Siswa jurusan TBO juara 1 teknik body repair dan car painting tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sehingga berhak mewakili Jateng ke tingkat nasional. Selain itu, banyak alumni kami yang telah bekerja di perusahaan besar di Indonesia,” paparnya.
Selain itu, 26 siswa SMK Muhammadiyah 3 Karanganyar mendapat program kelas bahasa Jepang dari Kemendikbudristek. Fokus pada siswa kelas X dan XI. Ini untuk mendorong kemampuan dan skill bahasa siswa. Mengingat fokus pengembangan karir siswa, juga merujuk pada industri di negara lain.
“Ada lulusan kami yang bekerja Jepang. Kami juga menyiapkan siswa yang ingin melanjutkan karir di Korea dan Jerman. Kami mendukung minat dan passion siswa, dengan harapan siap terjun di dunia kerja dan masyarakat secara mandiri,” jelas Burhan. (ul/fer)
Editor : Adi Pras