Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tidak Hanya Potensi Alam, Karanganyar Juga Hadirkan Rumah Atsiri Sebagai Wisata Edukasi yang Menarik dan Patut Dikunjungi

Damianus Bram • Rabu, 15 Mei 2024 | 17:10 WIB
Kolase Foto Rumah Atsiri. Suasana wisata edukasi di Rumah Atsiri.
Kolase Foto Rumah Atsiri. Suasana wisata edukasi di Rumah Atsiri.

RADARSOLO.COM - Travelling ke Kabupaten Karanganyar memang menarik. Mengapa demikian? 

Ya, Kabupaten yang terletak di lereng barat Gunung Lawu ini memang terkenal akan potensi wisatanya. 

Di Karanganyar, tidak hanya menyuguhkan wisata alam saja, namun juga menghadirkan potensi wisata lainnya, seperti wisata edukasi.

Melirik wisata edukasi di Karanganyar, Anda bisa kunjungi Rumah Atsiri. Disini menjadi satu destinasi yang cocok bagi yang ingin belajar tentang wewangian, aromaterapi serta essential oil.

Dikutip dari laman Pesona Karanganyar, Rumah Atsiri ini terletak di jalan Watusambang, Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Rumah Atsiri ini buka setiap hari termasuk hari libur nasional, dari jam 10.00-17.00 WIB.

Sebagai informasi, Rumah Atsiri Indonesia ini merupakan hasil revitalisasi Pabrik Citronella yang berdiri pada tahun 1963.

Pabrik Citronella saat itu dibangun atas kerja sama Pemerintah Indonesia dan Bulgaria untuk mengolah minyak atsiri.

Pada tahun 1986, Pabrik Citronella tersebut berpindah tangan dari pihak pemerintah ke swasta.

Lalu pada sekitar tahun 2015, pabrik ini telah berhenti beroperasi karena adanya masalah dengan ketersediaan bahan baku dan perekonomian.

Kemudian, PT Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih dan merevitalisasi bangunan pabrik menjadi tempat rekreasi Rumah Atsiri.

Tepat pada tahun 2018, Rumah Atsiri Indonesia mulai beroperasi dan dibuka untuk umum.

Rumah Atsiri menyajikan wisata edukasi yang menarik, yaitu tentang pembuatan minyak esensial dari tanaman atsiri.

Tanaman penghasil minyak atsiri sendiri antara lain akar wangi, cendana, gaharu, kayu manis, nilam, cengkeh, kemangi, melati, pala, lemon, seledri dan anggur.

Kawasan wisata ini sangat cocok untuk berlibur dan menambah edukasi tentang minyak atsiri dan tanaman aromatik.

Fasilitas yang tersedia di sini sangat beragam, mulai dari laboratorium penelitian hingga toko dan butik yang menjual berbagai produk minyak atsiri.

Pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk untuk masuk ke kawasan ini.

Namun, untuk memfasilitasi kegiatan di dalam kawasan, pengunjung diwajibkan untuk membeli voucher minimal senilai Rp 50.000 yang dapat ditukarkan dengan berbagai aktivitas di Rumah Atsiri.

Para pengunjung dapat menikmati berbagai atraksi wisata yang tersedia, seperti tur tanaman aromatik dengan biaya Rp 25.000.

Untuk pengalaman yang lebih edukatif, pengunjung dapat mengunjungi museum yang akan menambah pengetahuan dan informasi menarik tentang sejarah dan manfaat minyak atsiri.

Biaya untuk tur Museum yaitu Rp 38.500, serta pengunjung juga dapat mengikuti workshop harian dengan biaya Rp 125.000.

Tak hanya itu, tersedia juga spot foto cantik di sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga marigold berwarna kuning dan oren yang dapat kamu nikmati sepuasnya.

Di sini, pengunjung juga dapat menikmati berbagai produk olahan minyak atsiri dan cinderamata yang dijual di toko.

Selain itu, restoran di kawasan ini juga menyajikan hidangan lezat yang berasal dari tanaman segar yang ditanam di Rumah Atsiri.

Selama berada di kawasan ini, pengunjung dihimbau untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak memetik tanaman yang ada di sekitar.

Dengan adanya lebih dari 80 tanaman minyak atsiri dari Indonesia dan luar negeri, Rumah Atsiri Indonesia menjadi destinasi yang menarik untuk kamu kunjungi. (Mg5/dam)

Editor : Damianus Bram
#Essential Oil #karanganyar #wisata edukasi #rumah atsiri #wewangian #Wisata di Karanganyar #aromaterapi