RADARSOLO.COM - Di Kabupaten Karanganyar ada satu objek wisata alam yang cukup unik, yakni Sapta Tirta Pablengan yang terletak di Jalan TP Joko Songo, Bt. Argotiloso, Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.
Sapta Tirta Pablengan merupakan sumber mata air yang berjumlah 7 (tujuh) dengan rasa yang bermacam-macam dalam satu area.
Sapta Tirta Pablengan ini adalah salah satu objek wisata yang terkenal di Bumi Intanpari.
Objek wisata ini merupakan pemandian bersejarah peninggalan Pura Mangkunegaran Solo. Lokasinya di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih, sekitar 20 km dari Kota Karanganyar.
Tujuh mata air dengan rasa yang berbeda ini konon ditemukan oleh Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) yang kecewa terhadap bangsa Belanda yang semakin berani ikut campur dalam urusan Keraton Kartasura.
Kemudian Raden Mas Said pergi meninggalkan keraton untuk melakukan perlawanan dengan Belanda.
Beliau bertapa di Bukit Argotiloso dan mendapat petunjuk untuk mengambil pusaka Tombak Tunggul Naga yang dipergunakan Raden Mas Said untuk melawan pasukan Belanda.
Tidak hanya itu beliau juga memperoleh petunjuk untuk menuju ke tujuh sumber mata air dan memandikan tentaranya di seluruh mata air tersebut yakni di air Bleng, air Urus-urus, air Soda, air mati dan air hidup, air Kasekten, air hangat Kamulyan.
Ketujuh mata air ini diyakini memiliki khasiat yang berbeda-beda. Air soda dipercaya mampu menyebuhkan penyakit dalam, menurunkan kolesterol dan lain-lain.
Kemudian air hangat Kamulyan dipercaya mampu mengobati berbagai penyakit kulit atau rematik.
Lalu air hidup digadang-gadang memberikan kasiat wajah jadi telihat awet muda. Air urus-urus juga dipercaya mampu memperlancar buang air besar.
Sapta Tirta Pablengan ini buka setiap hari dari pukul 08.00 – 17.00 WIB. Adapun harga tiket masuk wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara Rp.7.000,-
Objek wisata yang kaya akan cerita sejarah ini menyediakan fasilitas area parkir, warung, toilet, mushola, dan kolam renang. (dam)
Editor : Damianus Bram