Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ziarah ke Astana Mangadeg Matesih Karanganyar, Napak Tilas Tempat Semedi Pangeran Sambernyawa Nan Sakti Mandraguna

Syahaamah Fikria • Selasa, 21 Mei 2024 | 02:19 WIB
Astana Mangadeg di Girilayu, Matesih, Karanganyar.
Astana Mangadeg di Girilayu, Matesih, Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Di Karanganyar, tepatnya di Girilayu, Matesih, terdapat objek wisata budaya kompleks pemakaman raja-raja yang rutin dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Astana Mangadeg.

Astana Mangadeg merupakan kompleks pemakaman untuk penguasa awal Mangkunegaran dan kerabat dekat atau dalem Praja Mangkunegaran.

Di kompleks ini, dimakamkan raja-raja Mangkunegaran, seperti Mangkunegara I (Raden Mas Said), yang juga dikenal dengan julukan Pangeran Sambernyawa.

Kemudian, juga makam Mangkunegara II dan Mangkunegara III.

Masing-masing makam raja tersebut memiliki mausoleum tersendiri.

Selain itu, masih dalam kompleks Astan Mangadeg terdapat sejumlah makam dari kerabat dekat dan para pembantu perjuangan dalam peperangan melawan Kesultanan Mataram dan VOC.

Hingga perang itu berakhir dengan disepakatinya Perjanjian Salatiga pada 1758.

Ziarah

Kompleks pemakaman ini berada di puncak bukit kecil bernama Bukit Mangadeg di kaki Gunung Lawu, di sebelah timur pusat Kecamatan Matesih.

Untuk sampai ke sana, para peziarah harus berjalan kaki, menanjak dan dikelilingi hutan nan hijau serta asri.

Diketahui, tempat tersebut sebelumnya adalah tempat Mangkunegara I bersemedi pada masa perjuangannya.

Ya, Mangkunegara I yang bernama asli Raden Mas Said itu memang dikenal sakti dan sulit dikalahkan saat bertempur.

Belanda yang merasa kewalahan pun memberi julukan Pangeran Sambernyawa, karena dia bagaikan malaikat maut bagi musuh-musuhnya.

Pada momen-momen tertentu, kompleks Astana Mangadeg banyak dikunjungi peziarah.

Mereka datang ke tempat tersebut untuk bermeditasi atau mendoakan leluhur mereka.

Tak sedikit pula yang melaksanakan ritual untuk mendapatkan berkah melalui semedi, atau dalam Islam dikenal dengan tafakkur.

Aturan dan Jam Operasional

Astana Mangadeg buka 24 jam.

Sejumlah fasilitas disediakan di tempat tersebut. Seperti tempat ziarah, area parkir, penjual cenderamata, mushola, toilet, tempat pendaftaran, rest area, dan peminjaman kain batik.

Ya, pengunjung memang harus minta izin terlebih dahulu kepada penerima tamu.

Untuk pengunjung perempuan juga diharuskan memakai jarik/tapih jika hendak berziarah.

Sedangkan untuk pria berpakaian bebas tapi sopan. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#SEMEDI #Astana Mangadeg #karanganyar #makam #matesih #mangkunegara #Raden Mas Said #Pangeran Sambernyawa #wisata