Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Melirik Masjid Tiban dan Makam Waliyullah Abdullah Fattah di Mojogedang, Karanganyar: Masih Terus Dikunjungi Peziarah

Damianus Bram • Senin, 3 Juni 2024 | 01:11 WIB
Makam Mbah Abdullah Fattah di Masjid Tiban, Mojogedang.
Makam Mbah Abdullah Fattah di Masjid Tiban, Mojogedang.

RADARSOLO.COM - Bukan hanya wisata alamn saja, Kabupaten Karanganyar juga memiliki potensi wisata religi. Salah satunya Masjid Tiban di Kecamatan Mojogedang.

Masjid Tiban berada di Dusun Pulosari, Desa Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. Tempat ini diyakini sebagai masjid tertua di Karanganyar.

Untuk menuju ke Masjid Tiban dari pusat kota Karanganyar, hanya butuh waktu tempuh 16 menit saja dengan jarak 9 kilometer.

Dari luar nyaris terlihat kesan kunonya, Masjid Tiban atau dikenal dengan Masjid Darul Muttaqin merupakan masjid yang diyakini sudah berdiri sejak era Kerajaan Demak.

Pasalnya, bentuk bangunan masjid ini mirip dengan masjid Demak, mulai dari adanya mimbar, bedug, mahkota, hingga tiang tengah yang ada didalamnya.

Subhan, selaku salah satu pengelola Masjid Tiban menjelaskan, banyak bagian dari masjid yang diyakini menjadi bukti sejarah lamanya bangunan tersebut berdiri.

“Bagian langit-langit masjid, mimbar, dan kubah masjid ini masih sangat khas,” ujarnya.

Di bagian barat luar masjid, tepatnya di depan pengimaman masjid terdapat makam Waliyullah yang merupakan murid dari Sunan Kalijaga, yaitu Abdullah Fattah atau dikenal dengan panggilan Mbah Dullah.

Makam tersebut dibangun seperti makam kuno ala zaman dulu yang menempatkan makam tepat di depan pengimaman bagian luar masjid.

“Makam pada zaman dulu memang sengaja ditaruh di depan pengimaman, dimaksudkan supaya orang yang sedang sholat ingat kematian,” jelasnya.

Mbah Dullah ini, diyakini masih mempunyai garis keturunan dari Raden Fattah, Kerajaan Demak.

Di sekitar makam tersebut, juga ada makam Mbah Tumenggung Wirosari yang merupakan suami dari RA Yudakusuma (nenek Pangeran Diponegoro dan putri Hamengkubuwono I).

Pada bagian samping masjid juga terdapat sendang dan pohon tua yang menjulang di dekat tempat wudhu laki-laki.

Meskipun beberapa bagian dari bangunan masjid sudah ada yang rusak termakan usia, seiring berjalannya waktu tempat ini mulai banyak direnovasi seperti pengecatan tembok dan pagar, perbaikan jalan menuju makam. Tentunya renovasi ini dilakukan tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarahnya.

Masjid ini masih ramai dikunjungi oleh wisatawan ketika ada pengajian untuk memperingati haul Mbah Dullah.

Haul tersebut diadakan setiap pertengahan bulan Ruwah dan masih dilaksanakan hingga saat ini.

“Selain hari besar tersebut, makam juga masih ramai dikunjungi peziarah khususnya pada malam Jumat,” pungkasnya. (mg10)

Editor : Damianus Bram
#karanganyar #Masjid Tiban #Wisata di Karanganyar #Makam Waliyullah Abdullah Fatah karanganyar #mojogedang