Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jejaka Sembilan: Kisah Heroik Pertumpahan Darah di Balik Tugu Joko Songo Matesih Karanganyar

Syahaamah Fikria • Sabtu, 29 Juni 2024 | 04:51 WIB
Tugu Joko Songo yang menyimpan cerita sejarah di Matesih, Karanganyar.
Tugu Joko Songo yang menyimpan cerita sejarah di Matesih, Karanganyar.

RADARSOLO.COM - Karanganyar tak hanya terkenal dengan wisata alamnya yang begitu indah. Di sana juga menyimpan bukti dan cerita sejarah yang jadi simbol perjuangan dan pengorbanan. Seperti Tugu Joko Songo yang terletak di Matesih, Karanganyar.

Saat melintas di wilayah Matesih, Karanganyar, pernahkah Anda melihat adanya monumen berupa Tugu Joko Songo yang berdiri tegak tak jauh dari Pasar Matesih?

Tahukah Anda jika di balik kokohnya Tugu Joko Songo itu, ada sejarah dan kisah berdarah penuh perjuangan?

Ya, monumen Tugu Joko Songo merupakan simbol pengorbanan sembilan pemuda yang dikenal sebagai Tentara Pelajar (TP) yang berjuang melawan penjajah Belanda pada masa pasca-kemerdekaan.

Sembilan pemuda itu tergabung dalam pasukan Alap-alap.

Monumen setinggi 2,5 meter tersebut ditandai dengan kalimat “Angudi Leburing Angkoro Penjajah, Amrih Luhuring Anak Putu”.

Maknanya, perjuangan melawan penjajah demi masa depan yang lebih baik.

Di depan tugu, terdapat 14 bangunan bekas makam tanpa nisan, yang dulu merupakan makam para pejuang kemerdekaan.

Sembilan dari 14 pejuang tersebut masih bujangan, sehingga monumen ini dinamakan Joko Songo atau Jejaka Sembilan.

Nama-nama mereka diabadikan dalam prasasti di samping tugu.

Wardoyo, seorang sesepuh setempat, menceritakan, Matesih adalah medan pertempuran antara pejuang dan tentara Belanda.

Pada sore hari tanggal 5 Januari 1949, di kawasan Doplang dan Pablengan, terjadi pertempuran sengit antara pasukan Alap-alap dan tentara Belanda.

Pertempuran yang tidak seimbang menyebabkan banyaknya korban di pihak pejuang.

Setelah pertempuran usai, sembilan pemuda Tentara Pelajar yang gugur dibawa ke lokasi pengobatan di Puskemas Matesih dan kemudian dimakamkan di dekat Pasar Matesih.

Sebagai bentuk penghormatan, jasad sembilan pemuda tersebut kemudian dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan di Karanganyar.

Sementara bekas makam mereka ditandai dengan berdirinya Tugu Joko Songo.

Kisah ini menggambarkan betapa besar pengorbanan para pemuda dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Tugu Joko Songo tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga mengingatkan pada keberanian dan semangat para pahlawan muda yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa.

Monumen ini menjadi saksi bisu atas perjuangan mereka dan diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menghargai dan melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Bagi wisatawan yang melakukan perjalanan wisata di Karanganyar, monumen ini adalah tempat yang wajib dikunjungi untuk mengenal lebih dekat sejarah perjuangan bangsa Indonesia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#tugu joko songo #matesih #pengorbanan #Wisata di Karanganyar #tentara pelajar #wisata