Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Inilah Jenderal-Jenderal dari Karanganyar Part 1: Mayjen TNI Purn Yudomo SHD, Sosok Tangguh di Balik Operasi Seroja hingga Pengamanan Pemilu 1997

Kabun Triyatno • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 03:53 WIB
Mayjen TNI (Purn) Yudomo SHD. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Mayjen TNI (Purn) Yudomo SHD. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Mayjen TNI (Purn.) Yudomo Sastrosuhardjo atau Yudomo SHD, seorang putra Karanganyar, Jawa Tengah, lahir pada 1 Maret 1949.

Sejak muda, Yudomo telah menunjukkan semangat juang yang tinggi, yang kemudian membawanya menempuh pendidikan di AKABRI Bagian Darat Magelang.

Yudomo SHD memulai karier militernya setelah lulus sebagai letnan dua pada tahun 1971. Sebagai instruktur di AKABRI Bagian Darat, Yudomo SHD berperan dalam membentuk generasi baru prajurit Indonesia.

Tidak lama kemudian, Yudomo SHD mengikuti pendidikan komando di Batujajar dan ditempatkan sebagai komandan peleton di Grup I Kopassandha (sekarang Kopassus), sebuah langkah awal yang menandai dedikasinya terhadap negeri ini.

Pada tahun 1977, Yudomo turut serta dalam Operasi Seroja di Timor Timur, sebuah operasi yang menuntut keberanian dan kecakapan militer tinggi.

Kontribusinya tidak berhenti di situ; di awal 1980-an, ia berkarier di Kopassandha dan menempati posisi strategis sebagai perwira pembantu madya administrasi.

Tahun 1988 menjadi tonggak penting dalam kariernya saat Yudomo ditugaskan di Komando Daerah Militer II/Sriwijaya.

Di sana, ia memegang beberapa jabatan penting, termasuk Komandan Distrik Militer di Bandar Lampung dan Palembang. Tugas ini memperkuat posisinya sebagai salah satu perwira terbaik di lingkup TNI.

Yudomo terus mendaki tangga karier hingga mencapai pangkat kolonel dan menjabat sebagai Asisten Operasi Komando Pelaksana Operasi Timor Timur pada tahun 1992. Keahliannya dalam operasi militer membuatnya dipercaya untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.

Pada tahun 1994, ia kembali ke Jakarta dan menjadi Asisten Sosial Politik Kepala Staf Daerah Militer Jayakarta. Tak lama kemudian, ia dipercaya sebagai Komandan Resor Militer 162/Wirabhakti di bawah Kodam Udayana. Di sana, ia dikenal karena kepemimpinannya yang tegas dan visioner.

Tahun 1997, Yudomo dilantik sebagai Kepala Staf Garnisun Jakarta, di mana ia memimpin pengamanan Pemilu 1997 dan menangani berbagai kerusuhan yang terjadi selama kampanye.

Dedikasi dan integritasnya diakui dengan promosi menjadi Mayor Jenderal dan pengangkatan sebagai Asisten Pengamanan Kepala Staf Angkatan Darat.

Meskipun namanya sempat disebut sebagai kandidat Gubernur Nusa Tenggara Barat pada tahun 1998, Yudomo tetap dikenal sebagai sosok yang lebih memilih berkontribusi dalam dunia militer. Dedikasi dan pengabdiannya selama bertahun-tahun menjadi teladan bagi generasi penerus TNI.

Untuk mengenang perjuangannya, pada 11 Agustus 2023, Bupati Karanganyar Juliyatmono  mengabadikan namanya menjadi nama Jalan Mayjen Yudhomo SHD. Menggantikan Jalan Slamet Riyadi di Kelurahan Karanganyar Kota. (rud/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#karanganyar #komando #operasi seroja #Yudomo SHD