Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

980 Anak di Karanganyar Berstatus Stunting, Paling Banyak di Kecamatan Ini

Rudi Hartono RS • Senin, 19 Agustus 2024 | 03:05 WIB
Dinkes Karanganyar rutin melakukan pengecekan perkembangan anak-anak di Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Dinkes Karanganyar rutin melakukan pengecekan perkembangan anak-anak di Karanganyar. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten Karanganyar mencatat masih ada 980 anak bestatus stunting dan belum dapat tertangani.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, di Kabupaten Karanganyar terdapat 2.249 anak mengalami stunting. Dari jumlah tersebut, ada 980 anak yang belum tertangani.

Sedangkan 1.269 anak sedang diupayakan peningkatan berat badannya melalui berbagai intervensi, seperti pemberian vitamin dan susu serta asupan makanan.

Kepala Dinkes Karanganyar Purwati mengungkapkan, intervensi anak yang mengalami stunting belum menyeluruh.

”Masih ada 980 anak yang belum terintervensi, sedangkan 1.269 anak sedang menjalani intervensi untuk menaikkan berat badannya, dengan berbagai upaya seperti memerikan asupan nutrisi tambahan,” terangnya dalam Evaluasi Intervensi Spesifik Penurunan Stunting belum lama ini.

Dikatakannya Purwati, jumlah penderita stunting terus berubah, sejalan dengan perkembangan kondisi. Pada 2023, ada 1.512 anak yang terdata stunting. Sedangkan 737 anak terdata pada 2024.

”Kalau yang paling banyak terdapat di wilayah Mojogedang,” ungkapnya.

Pj Sekda Karanganyar Zulfikar Hadidh meminta semua instansi pemerintah berpartisipasi dalam upaya menurunkan angka stunting. Menurutnya, penderita stunting dari keluarga miskin jumlahnya mencapai 54,24 persen.

Selain intervensi terhadap penderita stunting, remaja putri rentan anemia dan ibu hamil rentan kurang nutrisi juga perlu diintervensi. Hal itu juga untuk mencegah stunting sejak dini.

”Untuk ibu hamil rentan kurang nutrisi, disiapkan 34 ribu lebih tablet penambah darah. Minimal, ibu hamil mengonsumsi 90 tablet tambah darah selama proses kehamilan,” tandasnya. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#dinas kesehatan #asupan makanan #karanganyar #ibu hamil #susu #nutrisi #mojogedang #sunting #anemia #Vitamin #pemerintah Kabupaten Karanganyar #remaja putri