RADARSOLO.COM – Geografis Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar sangat mendung pengembangan sektor pariwisata.
Maklum, desa ini terletak di kaki Gunung Lawu yang dianugerahi keindahan alam.
Kendati demikian, belakangan ini pemerintah desa (pemdes) setempat mulai melirik potensi hortikultura.
Potensi pertanian di Desa Segorogunung cukup besar. Mengingat tanah di sana cukup subur.
Selain itu, mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya sebagai petani. Potensi ini yang coba dikembangkan pemdes setempat, sebagai sentra kortikultura.
Kepala Desa (Kades) Segorogunung Tri Harjono menjelaskan, di wilayahnya terdapat tujuh dusun.
Di antaranya Dusun Mener, Ngledok, Nglerak, Sawit, Sendonorejo, dan Segorogunung. Antara 70-80 persen warganya menjadi petani hortikultura atau tanaman sayur.
“Potensi hortikultura di sini cukup besar. Sehingga antusiasme warga untuk berkebun juga tinggi. Apalagi pemerintah desa sudah membuat program pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami hortikultura,” kata Tri, Sabtu (24/8/2024).
Melalui program tersebut, Tri berharap nantinya Desa Segorogunung bisa bersaing dengan sentra hortikultura yang sudah ada.
Salah satunya di Kecamatan Tawangmangu. Sehingga bisa menjadi salah satu produsen sayuran.
“Kami berharap potensi sayuran dari Desa Segorogunung bisa menyuplai berbagai pasar di Solo Raya. Kami juga berkomitmen untuk memajukan Desa Segorogunung, agar bisa menjadi sentra hortikultura,” tegasnya.
Disinggung tanaman apa saja yang dikembangkan, Tri mengaku mengutamakan sayuran.
Di antaranya sawi, bayam, seledri, selada, kangkung, dan cabai. Termasuk berbagai jenis sayuran lainnya yang cocok ditanam di kawasan tersebut.
“Tanaman padi atau jagung di Segorogunung masih jarang. Petani di sini kebanyakan menanam sayuran. Mayoritas cabai, selada, sawi, dan seledri. Hasil panennya selama ini bisa mencukupi kebutuhan warga,” papar Tri. (rud/fer)
Editor : Adi Pras