RADARSOLO.COM – Sempat lama tak terdengar, aktivitas pengerukan lahan dengan alat berat kembali terlihat di kawasan kebun teh Kemuning Karanganyar. Ironisnya, alat berat tersebut diduga kuat didatangkan oleh pemerintah desa setempat.
Tokoh pemuda yang tergabung Kelompok Peduli Alam Lereng Lawu (Kepal) Galang Hermawan mengungkapkan, aktivitas pengerukan dengan alat berat tersebut terlihat sejak akhir pekan lalu.
”Kalau datangnya kapan itu saya kurang begitu tahu, tapi yang jelas sejak dulu itu sudah ada kesepakatan baik dari pemerintah maupun dari pihak pengelola tidak akan mendatangkan alat berat lagi di lokasi. Lha ini malah ada lagi alat berat,” terang Galang, Minggu (3/11/2024).
Galang menambahkan, informasi yang dia dapat, alat berat tersebut diduga untuk menata kawasan kebun teh yang dikelola pemerintah desa.
”Ya dengan alasan apapun, seharusnya nggak pantas kalau mendatangkan alat berat dan beroperasi di lahan itu. Selama ini lahan kebun teh kan selalu jadi pemicu permasalahan,” paparnya.
Pasca kerusuhan beberapa waktu lalu, sejumlah alat berat yang beroperasi baik dari PT Rumpun Sari Kemuning (RSK) maupun dari pihak pengembangan sudah ditarik.
Mengingat ada kesepakatan tidak boleh beroperasi sampai batas waktu yang belum ditentukan. Aktivitas pembangunan di kawasan wisata kebun teh Kemuning juga dihentikan.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Agus Harjono mengungkapkan, alat berat tersebut sedang menggarap akses jalan dari parkiran menuju ke toilet yang dibangun oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
”Itu yang buat BUMDes, jadi alat berat itu yang mendatangkan kemungkinan dari BUMDes untuk membuat akses jalan dari parkiran bawah itu. Kalau lahannya itu lahan milik PT RSK yang dijadikan sebagai CSR untuk Desa Kemuning,” paparnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras