RADARSOLO.COM-Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkunjung ke kediaman I Gusti Nengah Nurata di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Rabu (5/2/2025) malam.
Didampingi Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana, serta Ketua Museum Seni Indonesia Adi Bing Slamet.
Kedatangan mereka disambut oleh Pj Bupati Karanganyar Timotius Suryadi bersama jajaran Forkopimca Jaten.
Usai pertemuan, I Gusti Nengah Nurata mengungkapkan, kunjungan Fadli Zon sudah direncanakan sejak lama.
Namun sempat tertunda karena agenda kenegaraan. Termasuk pelantikan gubernur dan bupati/wakil bupati yang juga mengalami penundaan.
"Pak Menteri sudah lama ingin berkunjung, tetapi karena ada agenda kenegaraan, kunjungan ini baru bisa terlaksana hari ini," ujarnya.
"Beliau ingin melihat secara langsung karya seni lukis yang saya buat di galeri," lanjut Nurata.
Dalam perbincangan dengan Fadli Zon, Nurata menyampaikan harapannya agar pemerintah membentuk karakter masyarakat Indonesia yang lebih berorientasi pada budaya.
"Saya berbicara lantang, tegas, dan jelas kepada pak menteri. Saya ingin agar bangsa ini bisa berorientasi pada kebudayaan. Jika tidak, kita hanya akan menjadi bangsa yang mengekor saja," tegasnya.
Selain itu, Nurata menyoroti kondisi seni rupa murni di Indonesia yang menurutnya mengalami kemerosotan sejak 1985 akibat pengaruh kapitalisme dalam dunia seni.
"Bisnis seni rupa saat ini sangat bombastis. Banyak kapitalis yang masuk ke dalam ekosistem seni hanya untuk kepentingan bisnis. Seni rupa jadi melacurkan diri, karena bisa dipesan dan diatur sesuai keinginan pasar," ungkapnya.
Nurata berharap Kementerian Kebudayaan dapat memberikan ruang lebih luas bagi seniman di Solo Raya untuk menampilkan kreasi mereka di berbagai bidang kesenian.
"Beliau (Fadli Zon) menjadi pendengar yang baik dan semoga juga bisa menjadi analis yang objektif," jelas Nurata.
"Kami juga membahas bagaimana ke depan Solo bisa diangkat dalam cerita yang berbeda, karena Solo memiliki kekuatan etnik yang bisa dipadukan dengan seni modern kontemporer," pungkasnya. (rud/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono