Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Prihatin Minimnya Pelestarian Budaya, ASN Karanganyar Ini Nekat Menari di Tiga Destinasi Wisata

Rudi Hartono RS • Kamis, 27 Februari 2025 | 19:55 WIB
Sri Asih Handayani, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Karanganyar, yang menari di Candi Sukuh bersama seorang seniman.
Sri Asih Handayani, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Karanganyar, yang menari di Candi Sukuh bersama seorang seniman.

RADARSOLO.COM – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Karanganyar menjadi sorotan publik berkat aksinya dalam melestarikan seni budaya sekaligus mempromosikan pariwisata di Bumi Intanpari.

Dialah Sri Asih Handayani, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Karanganyar, yang dengan penuh semangat menari di tiga destinasi wisata populer: Candi Sukuh, Candi Cetho, dan Air Terjun Jumog.

Aksi ini lahir dari keprihatinannya terhadap minimnya perhatian terhadap pelestarian seni budaya di Karanganyar.

Dalam setiap pertunjukannya, Asih membawakan Tari Merak dan Jatayu, tarian yang mengisahkan perjuangan heroik Jatayu dalam epos Ramayana, saat berusaha menyelamatkan Dewi Sinta dari Rahwana.

"Inisiatif ini murni dari diri saya sendiri. Lalu saya mengajak teman yang juga praktisi seni untuk turut serta. Ini bentuk apresiasi kami terhadap seni budaya, sekaligus mempromosikan betapa indahnya Bumi Karanganyar," ujar Asih kepada Radar Solo.

Ternyata, aksi tersebut mendapat respons luar biasa dari wisatawan. Banyak pengunjung yang merasa terhibur, bahkan mengira pertunjukan ini merupakan bagian dari fasilitas hiburan destinasi wisata.

Tak sedikit pula, wisatawan yang mengabadikan momen dan meminta berswafoto dengan Asih.

“Tanggapannya di luar dugaan. Wisatawan sangat antusias, banyak yang merekam pertunjukan kami dan mengajak foto bersama," ungkapnya.

Sebagai praktisi seni yang sejak kecil mencintai budaya, Asih menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga kelestarian seni budaya, khususnya di Karanganyar.

"Pendidikan seni budaya harus diperkuat dalam kurikulum formal dan informal, agar generasi muda memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan kreativitasnya," tuturnya.

Menurutnya, minimnya promosi seni budaya sebagai bagian dari daya tarik pariwisata perlu mendapat perhatian lebih.

“Kolaborasi antara seni budaya dan sektor pariwisata akan memberikan dampak besar, baik bagi perkembangan pariwisata maupun keberlanjutan pelestarian budaya itu sendiri,” tambahnya.

Melihat potensi wisata dan beragam seni budaya yang dimiliki Kabupaten Karanganyar, sudah selayaknya mendapat perhatian lebih dari semua pihak terkait.

Kolaborasi seni budaya dan pariwisata akan memberikan dampak yang sangat signifikan tidak hanya pada perkembangan pariwisata namun juga pada pelestarian seni budaya itu sendiri. (rud)

Editor : Damianus Bram
#asn #karanganyar #menari #Candi Sukuh #Candi Cetho #seni budaya #Promosi Wisata