RADARSOLO.COM - Dalam upaya mempercepat serapan gabah petani di Kabupaten Karanganyar, Komando Distrik Militer (Kodim) 0727 Karanganyar bersama Bulog menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk proses percepatan tersebut.
Komandan Kodim (Dandim) 0727 Karanganyar Letkol Inf Andri Army Yudha Ardhitama mengungkapkan, rakor tersebut untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik oleh Bulog.
Hal itu guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras nasional.
"Dari awal kami dari TNI berkomitmen mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan hingga selesai. Termasuk upaya dalam proses penyerapan gabah petani agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Kami harapkan dengan kerjasama ini nanti program dari presiden republik Indonesia akan bisa tercapai," terang dandim, Minggu (2/3/2025).
Dikatakan dandim, kerjasama ini diharapkan dapat membantu petani dalam menjual hasil panen mereka dengan harga yang layak.
"Kami menginstruksikan para Babinsa untuk turun langsung ke lapangan dan mengajak petani agar menjual gabahnya ke Bulog. Langkah ini juga untuk mencegah permainan harga oleh tengkulak yang nakal. Karena untuk harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani itu Rp 6.500 per kilogramnya kalau dari Bulog," paparnya.
Babinsa diharapkan aktif mengawal proses penyerapan ini dan memastikan informasi mengenai mekanisme pembelian dari Bulog tersampaikan dengan baik kepada petani.
Dengan adanya koordinasi yang erat antara Kodim 0727 Karanganyar dan Bulog, diharapkan petani semakin yakin untuk menjual gabah mereka ke Bulog tanpa harus khawatir dengan fluktuasi harga di pasar.
Pemerintah daerah juga mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.
Masyarakat petani diimbau untuk berpartisipasi aktif demi menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan mereka sendiri. (rud/adi)
Editor : Adi Pras