RADARSOLO.COM-Ratusan warga berbondong-bondong menghadiri Gerakan Pangan Murah Serentak yang diselenggarakan Pemkab Karanganyar bersama Pemprov Jateng, Kamis (20/3).
Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Terutama dalam menghadapi fluktuasi harga pangan menjelang Lebaran 2025.
Sejak pagi, antrean panjang warga terlihat di lokasi kegiatan yang digelar di halaman Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Warga sangat antusias karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar.
Beberapa komoditas yang tersedia dalam program ini antara lain:
✔ Beras (1,5 ton ukuran 5 kg)
✔ Minyak goreng (300 botol)
✔ Gula pasir (300 bungkus)
✔ Sayuran dan berbagai bahan pokok lainnya
Darmiyati, 52, warga asal Papahan bersyukur bisa membeli bahan pokok dengan harga lebih murah.
"Harganya lebih murah dibanding di pasar, jadi bisa untuk kebutuhan sehari-hari dan persiapan Lebaran nanti," katanya.
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (Dispertan) Karanganyar Yopi Eka Jati Wibowo, menyatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat menghadapi inflasi.
"Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Ini juga sebagai upaya menekan dampak inflasi, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran," ujarnya.
Bupati Karanganyar Rober Christanto yang hadir dalam acara tersebut berharap Gerakan Pangan Murah bisa kembali digelar sebelum Lebaran untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.
"Kegiatan ini juga menjadi kontrol harga menjelang Lebaran. Dari laporan yang saya terima, stok pangan di Karanganyar masih aman, tapi kita akan evaluasi apakah program serupa perlu dilakukan lagi nanti," ujar Bupati.
Dengan adanya program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pokok lebih murah, tetapi juga bisa mempersiapkan kebutuhan Lebaran dengan lebih tenang. (rud/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono