RADARSOLO.COM-Warga di dua RT di Kelurahan Jantiharjo, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, dilanda kekhawatiran menyusul merebaknya wabah chikungunya.
Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk ini mulai menyerang sejumlah warga dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa warga mengeluhkan gejala khas chikungunya. Seperti demam tinggi, nyeri sendi, dan ruam pada kulit.
Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran yang lebih luas.
“Kemarin informasinya sudah ada dua RT yang terserang, mas. Kami khawatir kalau kasusnya meluas. Ya gimana lagi, kami hanya bisa mengantisipasi sebisa mungkin,” terang salah satu warga, Minggu (6/4/2025).
Warga berharap pemerintah, baik dari tingkat desa hingga kabupaten, segera turun tangan untuk menangani situasi ini.
“Kami butuh tindakan cepat seperti fogging dan pemeriksaan kesehatan. Jangan sampai wabah ini makin meluas,” tegasnya.
Kepala Dinkes Karanganyar Purwati mengaku segera menginstruksikan tim untuk melakukan pengecekan di lapangan.
“Oke mas, kita cek dulu ya,” ujarnya kepada radarsolo.com, Minggu 6/4/2025).
Sementara itu, berdasarkan data dari Buletin Epidemiologi DKK Karanganyar, penyebaran chikungunya memang mengalami peningkatan dalam setahun terakhir.
Pada minggu ke-43 tahun 2024, tercatat ada penambahan 9 kasus di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono.
Secara total, hingga minggu ke-43 tahun 2024, DKK mencatat 50 kasus chikungunya.
Peningkatan terbesar terjadi pada minggu ke-40, dengan 26 kasus tercatat dalam sepekan.
Warga berharap penanganan bisa dilakukan secepat mungkin agar penyakit tidak semakin meluas, terutama dengan kondisi cuaca yang mendukung populasi nyamuk berkembang. (rud/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono