Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ironi Proses Pembangunan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar yang Dulu Penuh Semangat dan Harap tapi Kini Dibidik Kejari

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 22 Mei 2025 | 03:25 WIB
Kondisi Masjid Agung Madaniyah Karanganyar pada 2023 atau sebelum diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Kondisi Masjid Agung Madaniyah Karanganyar pada 2023 atau sebelum diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

RADARSOLO.COM - Berdirinya Masjid Agung Madaniyah Karanganyar disambut sukacita masyarakat.

Bangunan Masjid Agung Madaniyah mengadopsi gaya khas Timur Tengah. Tepatnya mirip dengan Masjid Nabawi.

Masjid megah yang berlokasi di Jalan Lawu No.387, Badran Asri, Cangakan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar ini mampu menampung 4.000 orang.

Memiliki 9 pintu yang besar, terdapat 4 menara, dan 1 menara pandang.

Masjid ini mulai dibangun 2019. Dalam proses pembangunannya, Masjid Agung Madaniyah sempat molor.

Namun, bupati Karanganyar kala itu, Juliyatmono optimistis Masjid Agung Madaniyah Karanganyar bisa diresmikan awal Januari 2022.

Sekadar informasi, rekanan pelaksana proyek sudah meminta perpanjangan waktu 10 hari dari target awal yang ditentukan pada Jumat (17/12/2021). Namun hingga hari H, masih terlihat pekerjaan fisik di masjid setempat.

”Kami itu bekerja keras agar pembangunan Masjid Agung selesai. Kalau memang saat ini belum bisa selesai, ya prosedurnya memang ada perpanjangan lagi. Dan kami juga akan menyetujui hal itu. Tapi ya sesuai dengan ketentuan, maka akan diberlakukan denda,” kata Juliyatmono saat itu.

Hingga akhirnya, soal molornya deadline pembangunan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar bisa terselesaikan.

Masjid Agung Madaniyah Karanganyar dapat digunakan untuk Sholat Jumat perdana pada 11 Maret 2022.

Sholat Jumat diikuti Juliyatmono bersama unsur forkompimda, camat, kepala desa, lurah, serta masyarakat.

“Sudah selesai dibangun. Sudah layak digunakan beribadah. Maka, hari ini (kemarin), kami fungsikan Masjid Agung Madaniyah ini untuk umum. Kami siapkan imam dan akan kami kelola dengan baik,” terang Juliyatmono usai Sholat Jumat.

Baca Juga: Kejar Tunggakan Vendor Masjid Agung Madaniyah, Kejari Karanganyar Bakal Panggil PT MAM Energindo

Bagian masjid yang kurang, lanjut bupati, hanya kelengkapan aksesori dan penataan ornamen di halaman, tempat parkir, serta halaman.

Terkait peresmian Masjid Madaniyah yang dijadwalkan dihadiri Presiden Jokowi, Juliyatmono menyebut Kementerian Sekretariat Negara sudah melakukan penjadwalan. Tapi karena kesibukan, masih menunggu jadwal presiden

“Kami tetap berusaha menunggu waktu pak presiden, tapi semua kembali ke beliau. Pak mensesneg juga sudah menyampaikan," terang Juliyatmono.

"Masyarakat juga sudah tidak sabar ingin melihat dan beribadah di masjid ini, makanya sembari menunggu waktu, dan karena sudah layak untuk digunakan, hari ini kami fungsikan sampai seterusnya,” imbuh Yuli, sapaan akrab Juliyatmono.

Akhirnya, yang digadang-gadang terwujud. Presiden ke-7 RI Joko Widodo meresmikan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar pada Jumat (8/3/2024).

Turut mendampingi Jokowi dalam peresmian Masjid Agung Madaniyah Karanganyar saat itu yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana.

Juliyatmono yang juga menjabat sebagai Ketua Takmir Masjid Madaniyah Karanganyar menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Presiden yang berkenan Sholat Jumat sekaligus meresmikan masjid tersebut.

"Kami sangat bersyukur Bapak Presiden bersedia Shalat Jumat di masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Karanganyar," ujar Juliyatmono sebagaimana keterangan dari Biro Pers Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta seperti dikutip dari Antara.

"Ini menjadi kebanggaan kami karena beliau adalah presiden yang sangat dicintai oleh rakyat," imbuh Juliyatmono kala itu.

Proses awal pembangunan Masjid Agung Madaniyah pada 2019 bertepatan dengan Hari Jadi ke-101 Karanganyar.

"(Pembiayaan) dari APBD murni sehingga ini milik rakyat Karanganyar," kata Juliyatmono.

Juliyatmono juga mengharapkan kehadiran Presiden Jokowi dapat membawa berkah yang luar biasa bagi masyarakat Karanganyar.

Baca Juga: 201 Calon Jemaah Haji dari Karanganyar Diberangkatkan dari Masjid Agung Madaniyah

Dengan peresmian masjid itu, diharapkan Masjid Agung Madaniyah tidak hanya menjadi pusat ibadah yang makmur, tapi juga ikon monumental di Karanganyar.

Tapi kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menemukan indikasi dugaan korupsi di proses pembangunan Masjid Agung Madaniyah Karanganyar.

Kejari telah menaikkan status ke tahap penyidikan setelah menindaklanjuti aduan tunggakan pembayaran yang dialami sejumlah vendor proyek tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Karanganyar Hartanto mengungkapkan, langkah ini diambil setelah tim penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pihak vendor yang terlibat dalam pembangunan masjid.

“Sudah ada beberapa vendor yang kami mintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya indikasi kerugian dan keluhan para vendor terkait pembayaran yang belum terselesaikan,” jelasnya, Rabu (21/5/2025).

Dari hasil pengumpulan data, diketahui total kekurangan pembayaran terhadap para vendor pembangunan Masjid Agung Madaniyah mencapai Rp 6,5 miliar.

Temuan ini menjadi salah satu dasar kuat bagi Kejari untuk melanjutkan proses hukum ke tahap penyidikan.

Hartanto menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil sejumlah pihak terkait lainnya untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Dan saat ini sudah ada beberapa dokumen yang kita amankan dari dinas terkait, untuk melengkapi sejumlah berkas dalam perkara tersebut," jelasnya.

Adi Kurniawan, salah satu koordinator vendor menjelaskan, pihaknya mewakili sekitar 40 vendor dalam Paguyuban Vendor Masjid Agung Madhaniyah, sudah mulai menagih pembayaran proyek sejak 2022, namun hingga kini belum ada kejelasan pembayaran.

“Kami mewakili Paguyuban menindaklanjuti hak kami yang belum terbayar selama empat tahun," ucapnya.

"Total yang belum terbayar sekitar Rp6,5 miliar. Masih ada beberapa vendor lain yang belum bergabung dalam Paguyuban,” terang Adi.

Menurutnya, berbagai upaya kekeluargaan sudah ditempuh. Termasuk negosiasi dengan pihak-pihak terkait hingga mengadu ke Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Namun hasilnya tetap buntu.

Baca Juga: Isi Khotbah Mantan Bupati Karanganyar Juliyatmono pada Sholat Jumat bersama Presiden Jokowi di Masjid Agung Madaniyah

“Kita sudah tidak tahu harus ke mana lagi, makanya kami datang ke Kejaksaan Karanganyar. Kami hanya berharap agar tunggakan kami itu segera dibayarkan itu saja," tandasnya. (wa/rud/adi)

 

 

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#penyidikan #indikasi korupsi #proses pembangunan #Masjid Agung Madaniyah #Kejari Karanganyar