RADARSOLO.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar mulai melakukan pemantauan ketat terhadap penyembelihan hewan kurban.
Imbauan disampaikan agar proses penyembelihan memperhatikan aspek kesehatan hewan, kebersihan lokasi, dan penanganan limbah secara benar.
Petugas Kesehatan Hewan (Keswan) Dispertan PP Fathurohman menyampaikan, tempat penyembelihan harus memenuhi standar kebersihan, serta memperhatikan jarak antarhewan saat penyembelihan.
”Jarak antara domba dan sapi harus dipisahkan. Tidak boleh disembelih berdekatan untuk menghindari stres antar hewan dan menjaga kebersihan,” jelasnya, Rabu (4/6/2025).
Selain itu, petugas juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah. Limbah penyembelihan seperti darah dan jeroan disarankan tidak dibuang ke sungai atau saluran irigasi.
”Kita sarankan dibuatkan lubang seperti septiktank. Saat ini masyarakat sudah mulai sadar, dan mulai mengubah cara pembuangan maupun pembersihan jeroan,” imbuhnya.
Untuk memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur, tim Dispertan PP akan melakukan monitoring selama dua hari, yakni Jumat (6/6/2025) dan Sabtu (7/6/2025), secara serentak di 17 kecamatan.
Petugas juga membuka kanal pelaporan bagi masyarakat yang menemukan daging atau hewan kurban yang dicurigai tidak layak konsumsi.
”Jika ada masyarakat atau takmir masjid yang mengetahui atau melihat daging maupun hewan kurban yang mencurigakan, bisa segera melapor ke petugas kami di lapangan,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, populasi hewan kurban di Karanganyar tahun ini mencapai sekitar 10 ribu ekor kambing, sedangkan untuk populasi sapi hanya sekitar tujuh ribu.
Namun, jumlah kambing dan domba tercatat lebih banyak dibanding sapi. Hal ini diduga sebagai dampak dari kekhawatiran masyarakat terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih membayangi.
”Kecenderungannya memang lebih banyak kambing atau domba sekarang. Ini karena masyarakat masih waspada terhadap PMK,” tutupnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras