RADARSOLO.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-126 Tahun 2025 resmi dibuka di Desa Bandardawung, Kecamatan Tawangmangu, Rabu (8/10/2025).
Program kolaborasi antara Kodim 0727 Karanganyar dan Pemkab Karanganyar ini dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto.
Turut hadir Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira.
Program tersebut jadi angin segar bagi warga setempat yang selama ini mengandalkan jalan tanah untuk akses pertanian dan wisata.
Kepala Desa Bandardawung Sunarno menuturkan, pembangunan jalan penghubung antara Dusun Pelas dan Dusun Jabal Kanil sepanjang 1.160 meter dengan lebar 4 meter semula direncanakan menggunakan dana desa atau dari APBD Kabupaten Karanganyar.
Namun, setelah mendapat program TMMD, seluruh pekerjaan kini ditangani oleh TNI bersama masyarakat.
”Dulu hanya jalan tanah biasa. Sekarang, dengan TMMD, jalannya bisa dibeton dan lebih layak dilalui kendaraan. Kabupaten dan desa tentunya bisa menghemat sekitar Rp 1 miliar untuk pembangunan tersebut,” ujar Sunarno.
Dia menambahkan, antusiasme warga begitu besar. Sebanyak 38 warga rela menghibahkan tanah miliknya untuk memperlancar pembangunan jalan tersebut.
”Kami ajukan ke pemerintah, lalu disetujui masuk program TMMD. Ini berkah besar bagi desa,” imbuhnya.
Pasiter Kodim 0727/Karanganyar Kapten Deswanto mewakili Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav Danang Prasetyo menyebut total anggaran kegiatan TMMD Reguler ke-126 mencapai Rp 1,7 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan fisik dan nonfisik.
Kegiatan fisik meliputi pembangunan makadam dan betonisasi jalan sepanjang 1.150 meter, pembuatan talud, jembatan bentang 3 meter, gorong-gorong, serta rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembuatan sumur air bersih.
Sementara kegiatan nonfisik diisi dengan penyuluhan wawasan kebangsaan, bahaya radikalisme, dan penyuluhan narkoba.
Hingga pelayanan administrasi masyarakat dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait.
Bupati Karanganyar Rober Christanto menyebut TMMD sebagai bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, Desa Bandardawung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan wisata, namun masih terkendala akses jalan.
”TMMD ini menjawab kebutuhan masyarakat. Pembangunan jalan penghubung ini akan membuka akses ekonomi, pertanian, dan wisata seperti gunung gamping serta wisata religi di Bandardawung,” ujar Rober.
Dia menegaskan, program TMMD sejalan dengan visi Kabupaten Karanganyar untuk menjadi daerah wisata dan pertanian unggulan.
”Gotong royong antara masyarakat, pemerintah, dan TNI ini menjadi contoh nyata semangat kebersamaan dalam membangun daerah,” tandasnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras