RADARSOLO.COM – Di tengah udara dingin pegunungan Tawangmangu, Karanganyar, cerita tentang “nasi goreng rasa sabun” ini terus menjadi perbincangan hangat di kalangan warga.
Meski sebagian pelajar sudah dipulangkan, misteri di balik menu nasi goreng makan bergizi gratis (MBG) itu masih menyisakan tanda tanya.
Siang itu, suasana di halaman Puskesmas Tawangmangu tampak ramai. Beberapa siswa SD dan SMP terlihat ramai dengan diantar mobil ambulans relawan. Sebagian pelajar terlihat pucat dan lemas sembari memegang perut mereka.
Mereka datang ke Puskesmas Tawangmangu, tidak lain adalah untuk memeriksakan kondisi tubuhnya. Lantaran diduga keracunan makanan setelah menyantap menu nasi goreng MBG yang dibagikan oleh SPPG setempat.
Salah satu di antara mereka adaslah SRN, 12, siswi salah satu SMP di Tawangmangu. Saat ditemui, tangan kirinya tertancap jarum infus.
SRN menceritakan awalmya merasa semang saat menu MBG tersebut datang di ruangan kelasnya.
”Nasi gorengnya kayak nggak merata warnanya, ada yang masih putih. Waktu saya makan, bau dan rasanya kok kayak sabun. Saya coba satu suapan terus langsung saya buang,” tutur SRN.
Dia mengaku awalnya tidak menaruh curiga. Menu yang dibagikan tampak biasa saja. Yakni nasi goreng, tahu, ayam, dan potongan semangka. Namun setelah mencicipinya, ia langsung merasa ada yang janggal.
”Saya cicipi satu-satu, tapi baunya kayak sabun. Rasanya nggak enak, terus saya lemas, mual, pusing. Teman saya empat orang juga kena,” tambahnya.
Senada diungkapkan KLK, 12, siswa SMPN 1 Tawangmangu. Dia mengaku baru kali ini mendapat menu nasi goreng dari MBG.
”Menunya tadi nasi goreng. Seingat saya, baru kali ini dikasih menu itu. Makannya sekitar jam sepuluh pagi. Kami dapat jatah MBG sudah satu bulanan. Biasanya menunya nasi putih dan sayuran, tapi tadi itu ganti, menunya nasi goreng,” jelas Kalle.
Baca Juga: Dapur SPPG di Sembung Wedi Ditutup usai Kasus Keracunan MBG, Ini Kata Bupati Klaten
Tak lama setelah makan, dia mulai merasakan mual dan pusing.
”Langsung bereaksi, perut rasanya mual, terus kepala pusing,” ujarnya.
Beberapa jam kemudian, KLK bersama teman-temannya harus dilarikan ke Puskesmas Tawangmangu untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasus dugaan keracunan makanan ini pun langsung mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan Karanganyar.
Tim kesehatan telah mengambil sampel makanan dan muntahan untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya masih menunggu keluar.
Salah seorang guru Suyanti mengungkapkan, beberapa pengajar sebenarnya juga sudah curiga dengan menu MBG nasi goreng terebut. Lantaran kondisi nasi goreng sudah sedikit basah atau lembek.
”Pas dibuka itu kami langsung menginstruksikan ke peserta didik untuk jangan dimakan dulu karena kondisinya basah dan lembek, tidak seperti nasi goreng pada umumnya,” ucapnya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras