RADARSOLO.COM – Tepat setahun setelah lengser dari jabatan Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) ternyata belum menempati rumah pensiun yang menjadi hadiah dari negara.
Pembangunan rumah yang berdiri di atas lahan 12.000 meter persegi di Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar itu hingga kini baru mencapai sekitar 90 persen.
Pantauan di lokasi, Senin (20/10/2025), kawasan rumah pensiun Jokowi masih tertutup rapat pagar seng setinggi 2,5 meter.
Di depan pagar, tampak petugas berjaga di pos keamanan. Dua pintu akses terlihat aktif digunakan untuk keluar-masuk pekerja dan material bangunan.
Di balik pagar, tampak pepohonan mulai tumbuh dengan tinggi 1–1,5 meter. Bagian tengah rumah terdapat pendopo memanjang, sementara bangunan utama berada di sisi belakang.
Kepala Desa Blulukan, Slamet Wiyono membenarkan pembangunan rumah tersebut belum rampung.
“Informasi terakhir, tahapannya sudah finishing. Persentase sekitar 90 persen,” ujarnya (21/10/2025).
Slamet menyebut rumah itu belum dapat ditempati Jokowi dalam waktu dekat.
“Belum bisa ditinggali. Kemungkinan baru bisa digunakan pada 2026,” imbuhnya.
Menurut Slamet, sejak awal pembangunan, pihak desa hanya dilibatkan sebatas pemberian izin wilayah.
Koordinasi dilakukan dengan Sekretariat Negara dan kontraktor pelaksana PT Tunas Jaya Sanur.
”Waktu groundbreaking saja tidak ada undangan. Bahkan Camat Colomadu juga tidak diundang,” ungkapnya.
Dia berharap pembangunan segera rampung agar mantan Presiden ke-7 RI itu bisa segera menempati kediaman barunya.
”Mudah-mudahan cepat selesai dan bisa segera ditempati Pak Jokowi. Tapi melihat kondisi pagar dan area sekitarnya, saya kira butuh waktu lagi. Mungkin tahun depan atau 2026 baru siap,” tutupnya.
Seperti diketahui, Jokowi resmi menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Presiden ke-8 Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024. Sejak itu, mantan Wali Kota Solo tersebut berstatus sebagai warga biasa. (rud/adi)
Editor : Adi Pras