Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Isak Tangis Warnai Pemakaman Rugaiya Usman, Istri Wiranto di Karanganyar

Rudi Hartono RS • Selasa, 18 November 2025 | 00:12 WIB
Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto mendoakan mendiang istri saat pemakaman di Astana Wukir Sirna Raga, Delingan, Senin (17/10/2025) siang. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto mendoakan mendiang istri saat pemakaman di Astana Wukir Sirna Raga, Delingan, Senin (17/10/2025) siang. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman Rugaiya Usman, istri Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto di Astana Wukir Sirna Raga, Delingan, Kecamatan Karanganyar, Senin (17/10/2025) siang.

Tangis keluarga pecah ketika jenazah almarhumah yang akrab disapa Uga Wiranto diturunkan ke liang lahat.

Wiranto, yang hadir mendampingi prosesi sejak awal, tak mampu menahan air mata saat menyaksikan jasad pendamping hidupnya selama lima dekade itu dimakamkan.

Jenazah Rugaiya tiba di kompleks pemakaman sekitar pukul 09.30 WIB, diiringi keluarga besar dan kerabat dekat.

”Semoga keridhoan ini menghantarkan beliau masuk surga menghadap Allah. Wafat dalam khusnul khatimah. Oleh karena itu kalau ada kesalahan beliau dalam pergaulan, kami sekeluarga dengan tulus dan rendah hati dibukakan pintu maaf,” ujar Wiranto.

Mantan Panglima TNI era Presiden Soeharto ini juga mengenang sosok Uga sebagai pribadi yang hangat, lembut, dan penuh perhatian.

Menurutnya, almarhumah selalu tersenyum, tidak pernah menyakiti orang lain dan dikenal sebagai pribadi yang menjaga lisan.

”Terus terang kami tidak akan pernah lupa sosok seorang ibu dan seorang oma dari Uga Wiranto,” kata dia.

Di mata keluarga, Uga adalah sosok yang religius. Menjelang akhir hayatnya, ia semakin aktif mengikuti kegiatan keagamaan dan rutin menghadiri majelis taklim tanpa pernah absen.

Selama 50 tahun membina rumah tangga, pasangan Wiranto-Uga dikaruniai tiga anak dan sembilan cucu.

Selain dikenal sebagai ibu dan oma yang hangat, Uga juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan.

Wiranto menyebut, almarhumah turut membangun sebuah sekolah di Gorontalo yang terinspirasi dari sekolah taruna di Magelang.

”Beliau mewujudkan di sana, dan ternyata berhasil. Mendidik anak-anak yang disiplin dan berdedikasi bagaimana menjadi warga negara yang baik,” ungkapnya.

Usai pemakaman, keluarga berencana menggelar khataman Alquran di Astana Wukir Sirna Raga, Delingan. Selain itu, acara tahlilan juga akan diadakan di Jakarta.

”Di Jakarta juga akan ada, itu pun terbatas tentunya karena kami keluarga akan di sini selama tiga hari,” tutup Wiranto. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #wiranto #delingan #presiden soeharto