Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Orang Tua Santri asal Jatiyoso Karanganyar Kaget Lihat Luka Lebam Tubuh Anaknya Akibat Perundungan di Ponpes Wonogiri

Rudi Hartono RS • Kamis, 18 Desember 2025 | 19:33 WIB
Ilustrasi bullying
Ilustrasi bullying

RADARSOLO.COM – Kepala Dusun
di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Wiyarno mengungkapkan kronologi meninggalnya seorang santri pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Wonogiri yang diduga menjadi korban perundungan.

Korban berinisial MMA, laki-laki berusia 12 tahun, meninggal dunia setelah mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuhnya.

Menurut Wiyarno, korban merupakan anak tunggal dari pasangan buruh tani asal Kecamatan Jatiyoso.

MMA baru lulus sekolah dasar (SD) dan mulai mondok pada tahun ajaran 2025 awal.

“Korban itu anak tunggal. Orang tuanya bekerja sebagai buruh tani,” ujar Wiyarno.

Wiyarno menjelaskan, peristiwa ini diketahui setelah orang tua korban berniat menjenguk sang anak di pondok pesantren pada akhir pekan lalu.

Namun, setibanya di lokasi, orang tua korban mendapat informasi bahwa anaknya dalam kondisi sakit.

“Orang tua itu berniat menjenguk. Setelah sampai di sana, informasinya anaknya sakit dan ada luka lebam,” katanya.

Saat melihat langsung kondisi anaknya, orang tua korban terkejut lantaran mendapati luka lebam di tubuh korban

Selain itu ada coretan bolpoin dan cairan tipex di bagian wajah.

Melihat kondisi tersebut, orang tua korban segera membawa MMA ke rumah sakit.

“Setelah dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya, kemudian meninggal dunia,” imbuh Wiyarno.

Wiyarno juga mengungkapkan bahwa saat ini Polres Wonogiri tengah melakukan pemeriksaan terhadap orang tua korban untuk kepentingan penyelidikan.

Selain itu, pihak kepolisian berencana melakukan otopsi atau ekshumasi terhadap jenazah korban.

“Informasinya, rencana dari Polres Wonogiri akan dilakukan otopsi atau ekshumasi hari Jumat (19/12) besok,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wiyarno menyebutkan bahwa beberapa orang yang diduga terlibat dalam perundungan terhadap korban telah diamankan oleh pihak kepolisian guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus meninggalnya santri tersebut kini masih dalam proses penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. (rud/adi)

Editor : Adi Pras
#karanganyar #santri #ponpes #bullying #Pondok Pesantren #wonogiri #jatiyoso