RADARSOLO.COM – Sepanjang 2025, tim pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Karanganyar mencatat 945 kejadian yang ditangani.
Tidak hanya pemadaman kebakaran, tetapi juga penyelamatan dan penanganan kejadian nonkebakaran.
Berdasarkan data tim Damkar Karanganyar, penanganan terbanyak berasal dari kasus tawon vespa affinis dengan total 404 kejadian.
Disusul animal rescue seperti evakuasi ular, biawak, dan kucing sebanyak 300 kejadian. Sementara kebakaran dalam wilayah Karanganyar tercatat sebanyak 106 kejadian.
Selain itu, Damkar Karanganyar juga menangani kebakaran luar daerah (BKO) sebanyak sembilan kejadian, evakuasi cincin 42 kejadian, kecelakaan lalu lintas 17 kejadian.
Selanjutnya operasi penyelamatan 38 kejadian, pohon tumbang sembilan kejadian, serta penyemprotan sebanyak 20 kejadian.
Kasi Pemadam Kebakaran Kabupaten Karanganyar Efan Riwayat Pratama mengatakan, tingginya jumlah penanganan tersebut menunjukkan bahwa tugas damkar semakin kompleks. Sehingga menuntut kesiapsiagaan tinggi sepanjang waktu.
”Dari total 945 kejadian yang kami tangani selama 2025, sebagian besar memang didominasi penanganan nonkebakaran, khususnya tawon vespa dan animal rescue. Namun demikian, potensi kebakaran tetap menjadi perhatian utama kami,” ujar Efan dihubungi Radarsolo.com, Rabu (7/1/2025).
Dia menegaskan, seluruh laporan yang masuk tetap ditangani secara cepat dan profesional. Untuk menghadapi berbagai jenis kejadian tersebut, Damkar Karanganyar telah melakukan sejumlah persiapan.
Mulai dari peningkatan kesiapan personel, pengecekan rutin armada dan peralatan, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.
”Kami memastikan personel selalu siap siaga 24 jam. Selain itu, peralatan pemadaman, alat pelindung diri, hingga perlengkapan khusus untuk penanganan tawon vespa dan rescue hewan juga kami cek secara berkala,” jelasnya.
Efan menambahkan, pihaknya juga rutin memberikan pembekalan dan pelatihan kepada petugas agar mampu menangani berbagai kondisi di lapangan.
”Karakter kejadian di Karanganyar cukup beragam. Karena itu, kesiapan mental, fisik, dan teknis petugas menjadi prioritas,” tegasnya.
Damkar Karanganyar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap potensi kebakaran dan keberadaan tawon vespa yang kerap muncul di permukiman.
”Jika menemukan situasi berbahaya, masyarakat kami minta segera melapor agar bisa segera kami tangani,” tandas Efan. (rud/adi)
Editor : Adi Pras