RADARSOLO.COM – Pemerintah pusat menyiapkan anggaran Rp 180 miliar untuk pengembangan jaringan irigasi di Bendungan Jlantah, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar.
Pekerjaan tersebut akan dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multiyears). Hal itu untuk memperluas layanan air bagi lahan pertanian.
Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau langsung Waduk Jlantah pada Sabtu (14/2/2026) sore.
”Kami kejar luas layanan untuk persawahan yang sedang berproses. Air ini adalah sumber kehidupan masyarakat, jadi kami sisir mana wilayah yang masih bisa dioptimalkan,” ujarnya di sela kunjungan.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Gatut Bayu Aji menjelaskan, anggaran Rp 180 miliar tersebut dialokasikan secara bertahap.
Sebesar Rp 36 miliar digunakan pada tahun ini untuk rehabilitasi jaringan irigasi eksisting, sedangkan Rp 144 miliar akan dialokasikan pada 2027 hingga 2028 untuk pembangunan konstruksi fisik jalur irigasi baru.
”Prosesnya sudah dimulai tahun ini untuk persiapan, namun pengerjaan konstruksi besarnya akan dilakukan pada tahun 2027 hingga 2028 mendatang,” jelasnya.
Gatut menambahkan, bendungan ini telah mengaliri 500 hektare (ha) lahan pertanian. Pemerintah menargetkan cakupan layanan meningkat hingga 1.500 ha sawah secara bertahap. Dalam waktu dekat, perluasan diarahkan mencapai sekitar 800 ha.
Selain mendukung pertanian, bendungan ini juga diproyeksikan mampu mengurangi potensi banjir di wilayah Kabupaten Sukoharjo seluas kurang lebih 80 ha.
Perluasan jaringan irigasi diharapkan memberikan kepastian pasokan air bagi petani di Karanganyar dan sekitarnya.
Dengan sistem irigasi yang lebih baik, produktivitas lahan diproyeksikan meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani.
Pemerintah juga berharap proses pembebasan lahan yang masih berlangsung dapat segera rampung sehingga manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat lebih cepat. (rud/adi)
Editor : Adi Pras