RADARSOLO.COM – Event lari ekstrem di area hutan hingga pegunungan (trail run) punya banyak peminat. Di Karanganyar, ada satu event trail run yang populer. Yakni Siksorogo Lawu Ultra.
Dengan ribuan peserta, event ini mengenalkan keindahan Gunung Lawu ke kancah internasional. Bagi pemula yang ingin memulai terjun di trail run, bisa menjajal beberapa lokasi ini:
- Telaga Madirda
Telaga Madirda yang terletak di Desa Berjo, Karanganyar, bukan sekadar destinasi wisata air, melainkan "titik sakral" bagi komunitas lari lintas alam (trail run).
Area ini sering menjadi pusat kegiatan atau jalur utama dalam berbagai ajang lari bergengsi di Gunung Lawu.
Telaga Madirda merupakan bagian krusial dari rute Siksorogo Lawu Ultra, salah satu ajang trail run terbesar di Indonesia yang masuk dalam kalender internasional.
Kombinasi antara jalan aspal desa, jalur setapak hutan pinus, hingga tanjakan tanah yang sangat licin jika turun hujan. Pelari akan melewati perkebunan teh Kemuning yang ikonik dan hutan lereng Gunung Lawu.
- Blumbang Tawangmangu
Blumbang, Tawangmangu bukan cuma soal sate kelinci dan udara dingin, tapi sudah jadi "tanah suci" buat para pelari trail di Jawa Tengah.
Kalau kamu lagi melirik Blumbang Nature Trail (BNT) atau sekadar ingin lari mandiri di sana, jalur ini dikenal gado-gado.
Jalur di Blumbang itu paket lengkap. Meliputi single track di tengah hutan pinus yang rimbun. Kemudian jalur makadam (bebatuan) yang siap menguji stabilitas pergelangan kaki.
Ada pula perkebunan warga dengan pemandangan sayur-mayur hijau yang menyegarkan mata, tapi menyiksa paru-paru karena tanjakannya.
- Bukit Mitis
Kalau Blumbang adalah "menu utama", maka Bukit Mitis adalah "hidangan penutup" yang manis tapi tetap bikin betis meronta. Lokasinya masih berada di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, dan sering kali menjadi satu paket jalur dengan Blumbang Nature Trail.
Bukit Mitis secara geografis bertindak sebagai buffer zone atau zona penyangga sebelum masuk ke hutan rimba Gunung Lawu.
Salah satu ciri khas Bukit Mitis adalah perpaduan jalurnya, yakni hutan pinus yang rapat dengan alas tanah tertutup jarum pinus kering.
Serta kebun sayur warga dari tanaman kol, sawi, dan bawang yang aromanya sangat khas pedesaan.
- Banyu Anyep
Banyu Anyep berlokasi di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso. Banyu Anyep masuk dalam kawasan pegunungan Lawu selatan. Banyu Anyep sering dijadikan titik kumpul atau tempat istirahat (regrouping) oleh komunitas trail run.
Ada area yang cukup landai untuk sekadar meluruskan kaki atau mengatur napas sebelum melanjutkan ke segmen berikutnya yang biasanya lebih terjal.
Suara gemericik airnya memberikan efek relaksasi instan (atau bahasa kerennya: nature healing) di tengah detak jantung yang sedang tinggi.
Banyak ditumbuhi lumut, paku-pakuan (pakis), dan pepohonan besar. Karena kelembapannya tinggi, bebatuan di sekitar aliran air cenderung berlumut. Hati-hati dengan pijakanmu kalau tidak mau "terpeleset estetik".
- Kebun Teh Kemuning
Berlari di sela-sela pohon teh memberikan sensasi menyegarkan. Medannya relatif lebih ramah namun tetap memiliki tanjakan-tanjakan "manis" di antara bukit teh.
Pelari juga bisa mencoba rute yang menghubungkan kedua candi bersejarah yakni Candi Sukuh di Kecamatan Ngargoyoso dan Candi Cetho di Kecamatan Jenawi. Medannya melintasi hutan dan kebun dengan nuansa mistis yang eksotis. (adi)
Editor : Adi Pras