Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ratusan Korban Longsor di Karanganyar Digelontor Bantuan Rp 382,5 Juta

Rudi Hartono RS • Rabu, 25 Februari 2026 | 19:10 WIB

Bupati Karanganyar Rober Christanto serahkan bantuan kepada warga terdampak bencana alam. (Rudi Hartono/Radar Solo)
Bupati Karanganyar Rober Christanto serahkan bantuan kepada warga terdampak bencana alam. (Rudi Hartono/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mulai menggelontorkan dana belanja tak terduga (BTT) bagi warga terdampak bencana alam periode Desember 2025 hingga Januari. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 382,5 juta.

Penyerahan dilakukan bertahap melalui rangkaian kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) forkompimda di sejumlah daerah pemilihan (dapil).

Skema ini dipilih menyesuaikan agenda Ramadan sekaligus memudahkan jangkauan penerima.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno menjelaskan, bantuan tersebut menyasar ratusan kepala keluarga (KK) korban bencana. Namun mayoritas korban tanah longsor.

”Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui BPBD menyalurkan dana bantuan BTT periode Desember 2025 sampai Januari 2026. Total anggarannya mencapai Rp 382,5 juta yang diserahkan langsung saat kegiatan Tarling Forkopimda,” ujar Hendro, Selasa (24/2/2026).

Bantuan yang diberikan bersifat stimulan. Untuk kategori kerusakan ringan, masing-masing KK menerima Rp 1,5 juta. Sedangkan kerusakan berat mendapat Rp 10 juta per KK.

Penyaluran berbasis dapil mencatat alokasi terbesar berada di Dapil 3. Meliputi Jatiyoso, Jatipura, Jumantono, dan Jumapolo dengan total Rp 156,5 juta.

Disusul Dapil 2 sebesar Rp 145,7 juta bagi 51 KK yang tersebar di Kerjo, Jenawi, Tawangmangu, Ngargoyoso, dan Karangpandan.

”Penyerahannya perdapil, tidak serentak seperti dulu karena ini berbarengan dengan agenda Ramadan. Jadi nanti diserahkan Pak Bupati di kecamatan masing-masing yang telah ditunjuk sebagai lokasi Tarling,” jelasnya.

Hendro menambahkan, pengajuan BTT dilakukan rutin setiap dua bulan untuk merespons kejadian bencana di lapangan.

Berdasarkan pendataan, korban terbanyak berasal dari peristiwa longsor yang melanda wilayah Dapil 1 hingga Dapil 5.

”Ini adalah wujud perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar kepada warga yang terdampak bencana alam. Harapannya bantuan ini bisa menjadi stimulan untuk meringankan atau ‘ngenteng-ngentengke’ beban mereka,” katanya.

Meski penyaluran periode ini mulai berjalan, BPBD tetap bersiaga. Mengingat, potensi bencana pada Februari masih tergolong tinggi akibat cuaca ekstrem.

”Kami terus mendata setiap kejadian untuk diajukan di periode selanjutnya agar bantuan pemerintah tepat sasaran,” tandasnya. (rud/adi)

 

Editor : Adi Pras
#tawangmangu #ngargoyoso #BPBD Karanganyar #jenawi #belanja tak terduga #kerjo #tarling #tarawih keliling #pemkab karanganyar #karangpandan