RADARSOLO.COM – Longsor menerjang jalur menuju kawasan wisata Candi Cetho, tepatnya di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Selasa (3/3/2026) sore.
Material tanah dan batu menutup sebagian badan jalan serta merusak lahan pertanian warga.
Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Lawu sejak siang hingga sore hari.
Air yang mengalir deras dari atas tebing meluap ke bawah dan memicu longsoran sepanjang kurang lebih 30 meter.
Kepala Dusun Gumeng, Warto mengatakan, debit air yang tinggi membuat struktur tanah tidak mampu menahan beban.
“Air dari atas sangat deras, kemudian melebar sampai ke bawah dan mengakibatkan tebing sepanjang kurang lebih 30 meter longsor. Materialnya menutup sebagian akses jalan warga dan ladang pertanian,” ujarnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo.
Empat Lahan Terdampak, Tanaman Terancam Gagal Panen
Akibat longsor tersebut, sedikitnya empat pemilik lahan terdampak.
Total area pertanian yang terkena material longsor diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Tanaman sayuran milik warga yang berada di lokasi kejadian diperkirakan mengalami gagal panen karena tertimbun tanah dan batu.
Selain merusak lahan pertanian, material longsor juga menghambat akses jalan utama menuju kawasan wisata Candi Cetho.
Untuk sementara, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup guna menjaga keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat dan wisatawan yang hendak menuju lokasi wisata diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas, terutama saat kondisi hujan.
Satu Rumah Warga Rusak
Longsor tidak hanya terjadi di akses jalan.
Material tanah juga menghantam salah satu rumah warga hingga menyebabkan tembok dinding jebol.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar bersama relawan gabungan masih melakukan identifikasi dan pendataan dampak kerusakan.
Petugas juga terus memantau potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Warga di sekitar lokasi diminta tetap siaga dan segera melapor apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah guna mencegah risiko yang lebih besar. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria